Gus Salam, Calon Ketua Umum PBNU, Penggemar Argentina Sejak 1986

oleh -2 Dilihat
Gus Salam, Calon Ketua Umum PBNU, Penggemar Argentina Sejak 1986

KabarDermayu.com – KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam, salah satu calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031, menunjukkan dukungannya terhadap tim nasional sepak bola Argentina di Piala Dunia 2026. Ia berharap tim berjuluk Tango tersebut dapat meraih gelar juara dunia.

Dukungan Gus Salam ini diungkapkan oleh Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang periode 2017-2022, Kiai Ahmad Samsul Rijal atau Gus Rijal. Gus Rijal membeberkan sisi lain dari Gus Salam yang jarang diketahui publik, yaitu kecintaannya yang mendalam terhadap dunia sepak bola.

“Beliau adalah pecinta sepak bola sejati. Belum lama ini, pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, di sela-sela kegiatan Bahtsul Masail Fathul Mu’allimin Pondok Pesantren (FMPP) ke-45 yang diasuh oleh KH. Abdul Mun’im Syadzili, Gus Salam menyempatkan diri untuk menonton bareng pertandingan besar antara Spanyol melawan Belgia dalam babak perempat final Piala Dunia 2026,” ujar Gus Rijal dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Juli 2026.

Gus Rijal melanjutkan, pada hari berikutnya, Gus Salam juga mengajak para kiai muda yang menjadi peserta Bahtsul Masail untuk menonton bersama pertandingan sengit antara tim nasional Inggris melawan Norwegia, yang juga merupakan laga perempat final. Menurut Gus Rijal, antusiasme Gus Salam saat menonton bareng dengan para kiai muda dari pesantren sangatlah luar biasa.

“Bahkan, ketika sedang menonton pertandingan, komentar mereka mengenai para bintang sepak bola terkadang lebih fasih daripada saat membahas isi kitab dalam forum bahtsul masail,” imbuh Gus Rijal.

Lebih lanjut, Gus Salam secara khusus menyatakan dukungannya untuk Argentina dalam partai final Piala Dunia 2026. Ia berharap tim Tango dapat berhadapan dengan tim nasional Spanyol di laga puncak turnamen tersebut.

Gus Salam mengaku bahwa kecintaannya pada tim nasional Argentina berawal sejak Piala Dunia 1986 yang diselenggarakan di Meksiko. Momen tersebut semakin berkesan ketika Diego Maradona dan rekan-rekannya berhasil mengangkat trofi juara dunia untuk kedua kalinya bagi Argentina.

“Sejak tahun 1986 hingga sekarang, pilihan saya tetap Argentina. Ini adalah soal istiqomah atau konsistensi,” tegas Gus Salam.

Bagi Gus Salam, kesetiaan dalam mendukung satu tim sepak bola sejak usia muda merupakan pelajaran berharga mengenai loyalitas dan konsistensi. Hal ini berkaitan erat dengan kepercayaan dan ikatan emosional yang terbentuk dari performa tim yang solid, disiplin, serta kepuasan terhadap kinerja luar biasa yang mereka tunjukkan.

Nilai-nilai serupa inilah yang menurut Gus Salam juga ia terapkan dalam pengabdiannya di Nahdlatul Ulama (NU) dan di lingkungan pesantren. Ia menekankan pentingnya rasa cinta, kepercayaan, kepuasan, dan pengkhidmatan dalam setiap aspek perjuangan.

“Kesetiaan terhadap hal-hal kecil namun dilakukan secara ajeg dan berlangsung lama, justru mampu membentuk watak dan karakter seseorang. Kepribadian Gus Salam dapat ditelusuri dari kebiasaannya selama berkhidmat di NU, mengelola pesantren, serta merawat tradisi mengaji hingga kepada para alumni,” ungkap Gus Rijal.

Gus Rijal menambahkan bahwa hingga saat ini, Gus Salam masih rutin bermain sepak bola dan melakukan jogging demi menjaga kesehatan serta kebugaran fisiknya. Bahkan, ketika melakukan silaturahmi ke luar kota atau daerah, baik ke lingkungan pesantren maupun NU, Gus Salam terkadang menanyakan ketersediaan tempat futsal dan tim untuk bertanding.

Ia juga menceritakan pengalamannya menyaksikan langsung gol spektakuler yang dicetak oleh Lionel Messi pada babak penyisihan Grup C, dalam pertandingan antara Argentina melawan Meksiko di Stadion Lusail, Qatar, pada tanggal 26 November 2022. Momen tersebut menjadi saksi bisu perjalanan Argentina hingga akhirnya menjuarai Piala Dunia 2022 melalui adu penalti melawan Prancis dengan skor 4-2, setelah sebelumnya bermain imbang 3-3.

“La Albiceleste, tim berjuluk si putih-biru langit, skuad Tango pasti akan kembali menjadi juara pada Piala Dunia 2026. Saya sendiri mengenakan kaos putih,” ujar Gus Salam dengan penuh keyakinan.