Sinergi PTPN III dan Baharkam Polri Perkuat Aset Strategis Negara

oleh -71 Dilihat
Sinergi PTPN III dan Baharkam Polri Perkuat Aset Strategis Negara

KabarDermayu.com – Upaya memperkokoh ketahanan aset strategis milik negara kini mendapatkan dukungan lebih kuat melalui kolaborasi lintas sektor. Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III, secara resmi menjalin Sinergi dengan Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri dalam sebuah Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait bantuan pengamanan operasional di lingkungan PTPN Group.

Langkah strategis ini ditempuh sebagai respons atas luasnya cakupan wilayah operasional dan besarnya aset perkebunan yang dikelola oleh perusahaan pelat merah tersebut. Dengan dukungan langsung dari kepolisian, diharapkan efektivitas sistem pengamanan di seluruh unit kerja dapat meningkat secara signifikan.

Direktur Aset PTPN III, Agung Setya Imam Effendi, menjelaskan bahwa keamanan merupakan pilar fundamental dalam menjaga produktivitas perusahaan. Mengingat peran PTPN Group sebagai pengelola aset perkebunan strategis di berbagai penjuru Indonesia, stabilitas keamanan menjadi faktor penentu bagi keberlangsungan usaha sekaligus penguatan ketahanan sektor perkebunan nasional.

“Sebagai BUMN yang mengelola aset perkebunan strategis di berbagai wilayah Indonesia, kami memandang keamanan sebagai faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberlangsungan usaha,” ujar Agung dalam keterangan resminya pada Selasa, 28 Juli 2026.

Lebih lanjut, Agung menambahkan bahwa kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat tata kelola yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Implementasi manajemen risiko yang lebih komprehensif menjadi target utama agar sistem pengamanan tidak hanya bersifat reaktif, namun juga mampu memitigasi potensi gangguan keamanan di lapangan sejak dini.

Di sisi lain, Kepala Baharkam Polri, Komjen Pol. Karyoto, menegaskan komitmen institusinya dalam memberikan perlindungan terhadap objek-objek vital nasional. Polri memastikan bahwa bantuan pengamanan yang diberikan akan dijalankan secara profesional, terukur, dan mengedepankan pendekatan preventif.

Menurut Karyoto, peran Polri dalam sinergi ini mencakup beberapa poin krusial yang dituangkan dalam nota kesepahaman kedua belah pihak:

  • Berbagi pakai data dan informasi strategis untuk mendukung respons cepat.
  • Pembinaan Satuan Pengamanan (Satpam) agar lebih kompeten dan tanggap.
  • Pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di area perkebunan.
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan optimalisasi sarana prasarana pengamanan.

Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Dengan adanya pertukaran informasi yang intensif antara PTPN III dan Baharkam Polri, perusahaan optimis bahwa berbagai tantangan keamanan yang mungkin muncul di wilayah operasional dapat diantisipasi dengan lebih efektif.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga diarahkan pada penerapan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) yang lebih modern. Sinergi antara korporasi dan aparat penegak hukum ini menjadi bukti nyata bahwa perlindungan aset negara adalah tanggung jawab bersama guna menjaga stabilitas ekonomi nasional yang berkelanjutan.