KabarDermayu.com – Sekretariat Jenderal (Setjen) DPD RI kini tengah melakukan transformasi besar-besaran dalam tata kelola aparatur sipil negara melalui perhelatan Talent Summit 2026 yang berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memastikan organisasi tetap relevan dan kompetitif di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat.
Sekretaris Jenderal DPD RI, Mohammad Iqbal, dalam pembukaan acara di Jakarta, menekankan bahwa kunci utama keunggulan sebuah organisasi modern tidak lagi sekadar terletak pada besarnya anggaran atau kecanggihan teknologi yang dimiliki. Sebaliknya, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi aset paling krusial yang menentukan keberhasilan jangka panjang instansi.
“Keunggulan organisasi pada masa kini tidak lagi ditentukan semata oleh struktur, anggaran, atau teknologi, tetapi oleh kualitas sumber daya manusianya. Kita tidak hanya mengelola pegawai, tetapi juga membangun human capital dan menyiapkan para pemimpin masa depan,” tegas Mohammad Iqbal.
Dalam arahannya, Iqbal memastikan bahwa seluruh proses pengembangan karier, mulai dari promosi, mutasi, hingga pengisian jabatan strategis di lingkungan Setjen DPD RI akan dijalankan dengan prinsip objektivitas yang ketat. Sistem yang diterapkan berfokus pada empat pilar utama, yakni kompetensi, kinerja, integritas, dan potensi, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala Biro Organisasi, Keanggotaan, dan Kepegawaian (OKK) Setjen DPD RI, Fitriani Badar, menjelaskan bahwa esensi dari Talent Summit 2026 adalah penguatan Sistem Merit. Hal ini dilakukan bukan sekadar melalui digitalisasi, tetapi melalui pembentukan ekosistem kerja yang sehat dan berbasis data.
Salah satu instrumen utama yang diandalkan adalah Sistem Informasi Manajemen Talenta Prima (SIMANTAP). Meski demikian, Fitriani menegaskan bahwa aplikasi hanyalah alat bantu. Keputusan akhir tetap berada di tangan pemimpin yang harus memiliki keberanian untuk menempatkan talenta terbaik berdasarkan data objektif, bukan faktor subjektivitas.
Transformasi ini telah membuahkan hasil nyata bagi Setjen DPD RI. Beberapa capaian penting tersebut antara lain:
- Predikat Sistem Merit kategori “Sangat Baik” dengan nilai 342 yang diraih pada akhir tahun 2023.
- Persetujuan penerapan Sistem Informasi Manajemen Talenta dari KASN.
- Penyelarasan sistem internal dengan kebijakan nasional percepatan Manajemen Talenta ASN yang ditetapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Lebih lanjut, Setjen DPD RI juga telah menyusun ekosistem Human Capital yang komprehensif. Beberapa program yang kini berjalan di antaranya:
Human Capital Development Plan (HCDP), pengembangan Learning Management System (LMS), Knowledge Management System (KMS), hingga penerapan sistem Penilaian Umpan Balik 360 Derajat. Seluruh inisiatif ini dirancang untuk saling terintegrasi guna menciptakan pengembangan talenta yang berkelanjutan.
Untuk membumikan semangat perubahan ini, Fitriani memperkenalkan maskot bernama MANTA. Karakter ini merupakan simbol dari sosok ASN yang ideal: adaptif, gemar belajar, berintegritas tinggi, dan memiliki semangat kolaborasi yang kuat. MANTA dianggap sebagai representasi budaya organisasi yang ingin ditanamkan agar setiap pegawai merasa memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi.
Menutup pernyataannya, Fitriani menegaskan bahwa Talent Summit 2026 bukanlah garis finis dari upaya perbaikan organisasi. Ia mengajak seluruh pimpinan di lingkungan Setjen DPD RI untuk memikul tanggung jawab bersama dalam mencetak pemimpin masa depan. Menurutnya, kesuksesan sebuah organisasi di masa mendatang sangat bergantung pada seberapa serius instansi tersebut dalam mempersiapkan kader-kader pemimpin mulai dari sekarang.





