Powerbank Milik WN China Terbakar di Batik Air, Penumpang Panik

oleh -5 Dilihat
Powerbank Milik WN China Terbakar di Batik Air, Penumpang Panik

KabarDermayu.com – Sebuah insiden yang memicu ketegangan terjadi di atas ketinggian saat penerbangan Batik Air rute Makassar menuju Jakarta. Suasana kabin yang awalnya tenang mendadak mencekam setelah sebuah Powerbank milik salah satu penumpang, yang diketahui merupakan Warga Negara (WN) China, mengalami korsleting hingga terbakar.

Peristiwa ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Threads @donimincuk. Dalam narasi yang beredar, insiden tersebut terjadi sekitar 20 hingga 30 menit setelah pesawat lepas landas. Penumpang yang duduk di kursi 21-E tersebut diduga tidak mengindahkan peringatan awak kabin terkait larangan penggunaan perangkat pengisi daya portabel selama penerbangan.

“Penerbangan Batik Air ID6143 hampir celaka gegara kelakuan seorang WNA China yang mengabaikan peringatan dilarang menggunakan powerbank,” tulis pemilik akun tersebut dalam utasnya. Saat kejadian, kepulan asap sempat memenuhi area kursi penumpang, memicu kepanikan di dalam kabin.

Namun, situasi dapat segera dikendalikan berkat kesigapan para awak kabin. Mereka dengan tenang namun tegas meminta penumpang untuk menjauh dari titik api dan segera memadamkan sumber panas tersebut agar tidak meluas. Petugas juga berupaya menjaga kondusifitas dengan meminta penumpang lain untuk tetap tenang dan tidak merekam kejadian tersebut demi keamanan bersama.

“Terimakasih untuk ketenangan cabin crew dalam mengatasi situasi yang membuat penumpang panik,” tambah @donimincuk dalam testimoninya.

Setelah situasi aman, pesawat tetap melanjutkan perjalanan dan mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta. WN China yang bersangkutan dikabarkan langsung diamankan oleh pihak berwenang setibanya di bandara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pentingnya Mematuhi Regulasi Keselamatan Penerbangan

Kejadian ini kembali menjadi pengingat keras bagi seluruh pengguna moda transportasi udara mengenai pentingnya mengikuti aturan keselamatan. Penggunaan powerbank dengan kapasitas daya tertentu memang dilarang dalam penerbangan karena risiko perubahan tekanan udara yang drastis di kabin dapat memicu reaksi kimia pada baterai litium.

Korsleting pada perangkat elektronik di dalam pesawat bukan sekadar masalah teknis biasa. Di ruang tertutup dan bertekanan tinggi, api kecil dari baterai yang terbakar bisa dengan cepat berubah menjadi ancaman serius bagi seluruh struktur kabin dan keselamatan nyawa penumpang.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen maskapai terkait sanksi atau detail kronologi lebih lanjut. Namun, peristiwa ini memicu kecaman luas dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap abai penumpang tersebut yang membahayakan ratusan nyawa di dalam pesawat hanya karena kebutuhan mengisi daya perangkat.

Di sisi lain, publik juga memberikan apresiasi tinggi kepada kru kabin Batik Air yang dinilai mampu bertindak profesional di bawah tekanan. Kemampuan mereka dalam mengisolasi insiden dalam waktu singkat membuktikan bahwa prosedur keselamatan yang selama ini disosialisasikan sebelum penerbangan memang krusial untuk dipatuhi.

Ke depan, diharapkan pihak maskapai dapat lebih memperketat pengawasan terhadap barang bawaan penumpang, terutama perangkat elektronik yang berpotensi membahayakan. Bagi penumpang, diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk selalu mengutamakan keselamatan di atas kenyamanan pribadi selama berada di angkasa.