Nakhoda KM Virgo Transport 8 Selamat, Kini Menjalani Pemeriksaan Intensif

oleh -6 Dilihat
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Selamat, Kini Menjalani Pemeriksaan Intensif

KabarDermayu.com – Proses pencarian dan penyelamatan korban insiden KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu titik terang dalam operasi kemanusiaan ini adalah ditemukannya Nakhoda kapal dalam kondisi selamat, yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti musibah tersebut.

KM Virgo Transport 8 sendiri dilaporkan mengalami insiden saat menempuh rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal yang mengangkut total 243 orang, baik penumpang maupun awak kapal, ini sebelumnya mengalami hilang kontak pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita.

Keterangan Nakhoda Jadi Kunci Investigasi

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana, mengonfirmasi bahwa nakhoda kapal termasuk di antara 114 orang yang berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan selamat. Ia menegaskan bahwa saat ini, nakhoda tersebut sedang dimintai keterangan untuk mengumpulkan kronologi kejadian di lapangan.

“Untuk nakhoda selamat dan sedang dilakukan pemeriksaan,” ujar Suntana pada Rabu, 16 September 2026.

Pemeriksaan ini menjadi langkah krusial bagi otoritas terkait untuk memetakan kondisi kapal dan rangkaian peristiwa sebelum musibah terjadi. Meskipun proses interogasi telah dimulai, pihak Kementerian Perhubungan belum membeberkan materi pemeriksaan secara mendetail kepada publik demi menjaga objektivitas penyelidikan.

Peran Vital Teknologi EPIRB

Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memberikan penjelasan teknis mengenai sistem pendukung keselamatan kapal. Ia memastikan bahwa Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) milik KM Virgo Transport 8 terpantau aktif.

Sebagai informasi, EPIRB merupakan perangkat pemancar sinyal darurat yang sangat vital dalam dunia maritim. Perangkat ini secara otomatis mengirimkan sinyal bahaya yang dapat ditangkap oleh satelit dan stasiun pemantau ketika kapal mengalami kondisi darurat atau tenggelam.

Syafii menjelaskan bahwa sinyal dari kapal tersebut terpantau dengan baik oleh berbagai pihak, termasuk stasiun pemantauan di Australia, Singapura, hingga sistem MEOLUT (Medium Earth Orbit Local User Terminal) dan LEOLUT (Low Earth Orbit Local User Terminal) milik Basarnas.

Data Terkini Operasi SAR

Hingga laporan terakhir pada 16 September 2026, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 114 orang dari total 243 orang yang berada di atas kapal. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Total ditemukan: 114 orang
  • Kondisi selamat: 108 orang
  • Kondisi meninggal dunia: 6 orang
  • Masih dalam pencarian: 129 orang

Proses pencarian terhadap 129 orang lainnya hingga kini masih terus dioptimalkan oleh tim SAR gabungan di titik-titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban. Keberhasilan menemukan nakhoda diharapkan mampu memberikan informasi berharga bagi tim di lapangan untuk mempermudah proses pencarian korban yang tersisa.

Pemerintah sendiri telah memberikan perhatian khusus terhadap insiden ini. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memerintahkan agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab musibah tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memastikan keselamatan transportasi laut bagi masyarakat.