Tantangan Ekspansi Global Perusahaan Real Estate Tiongkok Menurut JLL

oleh -8 Dilihat
Tantangan Ekspansi Global Perusahaan Real Estate Tiongkok Menurut JLL

KabarDermayu.com – Ekspansi bisnis ke luar negeri kini menjadi agenda utama bagi perusahaan-perusahaan asal Tiongkok yang ingin memperkuat posisi mereka di kancah persaingan global. Namun, langkah strategis ini ternyata menyimpan kompleksitas yang cukup menantang, khususnya dalam pengelolaan aset properti komersial atau corporate real estate.

Dalam laporan riset terbaru yang dirilis oleh JLL bertajuk “Thriving Beyond: Corporate Real Estate Strategies for Chinese Companies Going Global”, terungkap adanya kesenjangan antara ambisi perusahaan dengan kesiapan operasional mereka di pasar internasional. Meskipun mayoritas perusahaan memandang ekspansi sebagai kebutuhan krusial, banyak di antaranya yang melangkah tanpa fondasi perencanaan yang matang.

Anny Zhang, Co-CEO JLL Greater Tiongkok, menekankan bahwa peran corporate real estate sering kali disepelekan padahal menjadi tulang punggung keberhasilan operasional di luar negeri. Keputusan mengenai pemilihan lokasi, manajemen aset, hingga tata kelola tempat kerja yang efisien menjadi penentu utama daya saing perusahaan di wilayah baru.

Data survei JLL menunjukkan fakta yang cukup mencolok: sebanyak 97 persen responden mengakui pentingnya ekspansi global, namun banyak yang terjebak dalam masalah teknis. Sekitar 82 persen perusahaan melaporkan menghadapi hambatan tak terduga saat proses pemilihan lokasi di negara tujuan.

Dampak dari kurangnya perencanaan ini tidak main-main. Hampir dua pertiga dari perusahaan yang disurvei mengalami keterlambatan proyek yang berimbas langsung pada jadwal ekspansi mereka. Selain itu, lebih dari setengah responden terpaksa menanggung beban biaya yang membengkak akibat ketidaksiapan dalam mengantisipasi dinamika pasar properti setempat.

“Hampir sepertiga perusahaan terpaksa memilih lokasi yang kurang ideal atau bersifat sementara agar operasional dapat segera berjalan,” ungkap Anny Zhang dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2026.

Daniel Yao, Head of Research JLL Tiongkok, menambahkan bahwa akar permasalahan ini sering kali bersumber dari kurangnya pemahaman mendalam terhadap praktik properti lokal. Sekitar 78 persen perusahaan mengaku mengalami kendala terkait perbedaan ekspektasi waktu respons, sementara dua pertiga lainnya kesulitan memahami regulasi dan praktik properti di negara tujuan.

Tantangan tersebut semakin diperparah dengan adanya hambatan dalam negosiasi kontrak. Banyak perusahaan Tiongkok yang belum terbiasa dengan fleksibilitas sewa atau klausul kinerja yang lazim diterapkan di pasar internasional. Selain itu, faktor budaya dan bahasa sering kali menjadi pemicu kesalahpahaman yang berujung pada perselisihan kontrak yang merugikan perusahaan.

Dalam laporannya, JLL menyoroti bahwa tanpa keahlian profesional yang memadai, perusahaan-perusahaan tersebut tidak memiliki tolak ukur yang jelas dalam menentukan kualitas lokasi, tren harga sewa, maupun dinamika pasokan properti di wilayah asing. Hal inilah yang kemudian memicu ketergantungan pada solusi instan yang justru kurang efisien secara jangka panjang.

Riset ini memberikan sinyal penting bagi para pemimpin bisnis Tiongkok: ekspansi global tidak hanya soal keberanian menanam modal, tetapi juga tentang penguasaan ekosistem properti komersial di pasar lokal. Tanpa strategi yang sistematis, ambisi besar untuk mendominasi pasar global berisiko terhambat oleh masalah-masalah administratif dan operasional yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.