Pertamina Raih Outstanding SDG Innovator 2026, Bioenergy Diakui Dunia

oleh -8 Dilihat
Pertamina Raih Outstanding SDG Innovator 2026, Bioenergy Diakui Dunia

KabarDermayu.com – Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam mengakselerasi transisi energi nasional kembali mendapatkan pengakuan di panggung internasional. Inovasi bertajuk Bioenergy Lestari: Unlocking The Integrated Sustainable Energy Solution sukses mengantarkan perusahaan pelat merah tersebut meraih penghargaan bergengsi Outstanding SDG Innovator 2026 dalam ajang SDG Innovation Accelerator for Young Professionals yang digelar oleh United Nations Global Compact (UNGC) di Jakarta pada Senin (27/7/2026).

Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi administratif, melainkan validasi atas terobosan Pertamina dalam mentransformasi kawasan perhutanan sosial menjadi ekosistem produktif. Konsep Bioenergy Lestari dinilai berhasil memadukan tiga pilar utama yakni konservasi lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, dan pengembangan rantai nilai energi terbarukan yang berkelanjutan.

SDG Innovation Accelerator for Young Professionals sendiri merupakan inisiatif global dari UNGC yang dirancang khusus untuk memacu kreativitas para profesional muda dalam menciptakan solusi bisnis yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi Bioenergy Lestari lahir dari kolaborasi lintas fungsi di internal Pertamina yang mengintegrasikan keahlian di bidang teknologi, komunikasi strategis, keberlanjutan, serta pemberdayaan masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa capaian ini membuktikan bahwa perusahaan mampu menyelaraskan aspek keberlanjutan dengan penciptaan nilai ekonomi bisnis. Menurutnya, inovasi ini adalah bukti konkret bahwa langkah perusahaan menuju bisnis rendah karbon juga mampu memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.

“Penghargaan Outstanding SDG Innovator 2026 menunjukkan bahwa inovasi Pertamina tidak hanya memberikan dampak sosial dan lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang bisnis baru yang mendukung ketahanan energi nasional. Kami percaya inovasi merupakan salah satu penggerak utama transformasi perusahaan menuju bisnis yang lebih berkelanjutan,” ujar Baron.

Salah satu keunggulan utama dari inisiatif ini adalah pendekatan pemanfaatan lahan yang cerdas. Bioenergy Lestari memungkinkan kawasan perhutanan sosial diolah sebagai sumber bahan baku energi terbarukan tanpa harus melakukan pembukaan lahan baru (deforestasi) yang justru dapat merusak ekosistem. Langkah ini juga memastikan bahwa pengembangan energi terbarukan tidak berbenturan dengan kepentingan ketahanan pangan nasional.

Sebagai langkah konkret, Pertamina melalui Pertamina Foundation telah menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Proyek percontohan (pilot project) saat ini tengah berjalan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UGM di Blora, Jawa Tengah, dengan fokus pada budidaya sweet sorghum (sorgum manis) sebagai bahan baku potensial untuk bioetanol.

Selain fokus pada komoditas energi, program ini juga menerapkan prinsip ekonomi sirkular. Pemanfaatan produk sampingan dari proses pengolahan bahan baku menjadi nilai tambah yang dapat dikembangkan menjadi usaha baru oleh masyarakat setempat. Hal ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan warga sekitar sekaligus memperkuat struktur ekonomi di wilayah pengembangan bioenergi.

Strategi ini dipandang sebagai langkah krusial dalam mempercepat transisi energi hijau di Indonesia. Dengan memanfaatkan potensi lokal di berbagai wilayah, Pertamina berharap dapat menciptakan kemandirian energi yang berbasis pada sumber daya terbarukan dan ramah lingkungan.

Ke depan, model Bioenergy Lestari diproyeksikan akan menjadi standar baru dalam pengembangan bioenergi di Indonesia. Melalui diversifikasi sumber bahan baku bioetanol dan penguatan bauran energi nasional, Pertamina optimistis dapat memimpin transformasi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Berikut adalah poin-poin utama dari inisiatif Bioenergy Lestari Pertamina:

  • Integrasi Lintas Sektor: Memadukan teknologi energi, konservasi hutan, dan pemberdayaan masyarakat.
  • Optimalisasi Lahan: Memanfaatkan kawasan perhutanan sosial tanpa merusak ekosistem atau mengganggu ketahanan pangan.
  • Ekonomi Sirkular: Mengolah produk sampingan menjadi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
  • Kolaborasi Akademis: Sinergi dengan institusi pendidikan seperti UGM untuk riset dan implementasi bahan baku seperti sweet sorghum.