Strategi Ekonomi Sirkular Pertamina Patra Niaga Lewat SAF Minyak Jelantah

oleh -2 Dilihat
Strategi Ekonomi Sirkular Pertamina Patra Niaga Lewat SAF Minyak Jelantah

KabarDermayu.com – Transformasi sektor energi nasional kini memasuki babak baru dengan langkah konkret Pertamina Patra Niaga dalam mengoptimalkan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar bernilai tinggi. Fokus utama perusahaan saat ini adalah pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan yang bersumber dari minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO).

Langkah Strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan, tetapi juga menjadi manifestasi nyata dari penerapan prinsip ekonomi sirkular. Dengan mengubah limbah yang selama ini tidak terpakai menjadi produk energi yang bernilai ekonomi, Pertamina berupaya menciptakan rantai nilai yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kilang Cilacap, yang berlokasi di Jawa Tengah, memegang peranan krusial dalam inisiatif ini. Fasilitas tersebut diproyeksikan sebagai green refinery pertama di Indonesia yang didedikasikan untuk memproduksi bahan bakar ramah lingkungan dalam skala besar. Keberadaan kilang ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi hijau sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemain penting dalam industri SAF global.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty, mengungkapkan bahwa Kilang Cilacap merupakan salah satu pilar strategis dalam ekosistem energi Pertamina. Dengan kapasitas pengolahan yang mencapai 348 ribu barel per hari, kilang ini terus dioptimalkan fungsinya untuk mendukung ketahanan energi nasional di tengah transisi energi yang sedang berlangsung.

“Kilang Cilacap menjadi salah satu fasilitas strategis dalam ekosistem energi Pertamina. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 348 ribu barel per hari, kilang ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Kitty dalam keterangannya pada Jumat, 11 September 2026.

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku utama dalam produksi SAF memiliki urgensi tersendiri. Selain mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah minyak goreng yang tidak tepat, inisiatif ini juga membuka peluang baru bagi masyarakat dan industri untuk berpartisipasi dalam ekosistem ekonomi sirkular. Sektor penerbangan sendiri saat ini tengah menghadapi tekanan global untuk menurunkan jejak karbon, sehingga SAF menjadi solusi alternatif yang sangat dibutuhkan.

Lebih lanjut, pengembangan SAF merupakan bagian dari perjalanan panjang Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Perusahaan memahami bahwa tuntutan akan bahan bakar yang lebih berkelanjutan tidak bisa lagi diabaikan oleh pelaku industri penerbangan global maupun domestik.

Dalam pandangan Pertamina, ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu, melainkan harus berjalan beriringan. Integrasi antara operasional kilang yang modern dengan pemanfaatan bahan baku terbarukan merupakan bukti nyata dari komitmen tersebut.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait inisiatif pengembangan SAF dan ekonomi sirkular yang dilakukan Pertamina:

  • Pemanfaatan Limbah: Mengubah Used Cooking Oil (UCO) menjadi bahan baku bernilai energi tinggi.
  • Inovasi Kilang: Kilang Cilacap dipersiapkan menjadi green refinery pertama di Indonesia untuk skala produksi masif.
  • Ekonomi Sirkular: Mendorong efisiensi sumber daya dengan mengintegrasikan kembali limbah ke dalam rantai pasok industri.
  • Ketahanan Energi: Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional melalui penyediaan SAF yang lebih berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah strategis yang dijalankan, Pertamina Patra Niaga berharap dapat terus berkontribusi dalam menekan emisi karbon nasional sekaligus menjawab tantangan efisiensi energi yang semakin ketat. Transformasi ini menjadi sinyal positif bagi masa depan industri energi Indonesia yang lebih hijau dan mandiri.