Pertamina Patra Niaga Berdayakan UMKM Disabilitas Hasilkan Produk Unggul

oleh -5 Dilihat
Pertamina Patra Niaga Berdayakan UMKM Disabilitas Hasilkan Produk Unggul

KabarDermayu.com – Panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 tidak sekadar menjadi ajang unjuk gigi bagi para desainer kenamaan, tetapi juga menjadi saksi bisu keberhasilan pemberdayaan ekonomi inklusif yang digagas oleh Pertamina Patra Niaga. Di balik gemerlap busana yang ditampilkan, terselip kisah inspiratif dari kelompok penyandang disabilitas yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya seni bernilai ekonomi tinggi.

Dalam perhelatan tersebut, booth Pertamina Patra Niaga menjadi pusat perhatian berkat kehadiran produk-produk UMKM binaan yang memiliki nilai sosial mendalam. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Narita Shibori. UMKM ini berhasil mendobrak batasan dengan melibatkan anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung serta SLB Negeri 4 Jakarta dalam proses produksinya. Sinergi ini menciptakan produk yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat dengan pesan kemanusiaan.

Selain Narita Shibori, terdapat pula Dara Baro, UMKM asal Aceh yang mengusung konsep fashion berkelanjutan atau sustainable fashion. Mereka memanfaatkan limbah wastra Nusantara seperti tenun, batik, dan jumputan, kemudian mengolahnya kembali menggunakan teknik boro asal Jepang. Teknik ini melibatkan proses penambalan kain bekas menjadi busana baru yang unik, yang menegaskan bahwa produk ramah lingkungan kini mampu bersaing di pasar mode modern.

Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, yang menyempatkan diri meninjau langsung gerai mitra binaan pada Minggu (2/8), memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Baginya, keterlibatan kelompok disabilitas dalam rantai pasok industri kreatif adalah bukti nyata bahwa program pembinaan perusahaan telah menyentuh aspek pemberdayaan yang paling esensial.

“Produk-produk ini memiliki nilai yang sangat luar biasa karena mampu memberdayakan kelompok-kelompok hebat di masyarakat. Ada karya dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas, yang membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi,” ujar Siti Zahra dalam keterangannya pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Siti Zahra mendorong agar Pertamina Patra Niaga terus memperluas jangkauan program pendampingan, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus membantu UMKM untuk lebih mandiri dan naik kelas. Komitmen ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menggerakkan ekonomi akar rumput agar lebih berdaya saing.

Menanggapi arahan tersebut, VP Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyatakan bahwa dukungan dari jajaran komisaris menjadi dorongan moral bagi timnya. Menurut Dian, fokus utama program kemitraan Pertamina bukan sekadar bantuan modal, melainkan penciptaan ekosistem inklusif bagi penyandang disabilitas dan lansia agar mereka memiliki ruang untuk berkarya secara mandiri.

Senada dengan hal tersebut, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa seluruh langkah perusahaan ini telah diselaraskan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas lapangan kerja dan mendorong kewirausahaan. Selain itu, program ini merupakan wujud nyata kontribusi perusahaan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal pengurangan ketimpangan sosial dan penyediaan lapangan kerja layak.

Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga memboyong 11 UMKM unggulan ke IFW 2026 untuk memperluas akses pasar mereka. Daftar UMKM tersebut meliputi:

  • Narita Shibori
  • Dara Baro
  • Guns Leather
  • Ramiza Boutique
  • Vite
  • Dimas Batik
  • Meeta Fauzan
  • UD Tenun Sumber Rejeki
  • Jokotole
  • Besolek
  • Mahacinta Jewelry

Para pelaku UMKM ini merupakan representasi dari wilayah operasional Pertamina Patra Niaga yang tersebar di Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara (Jatimbalinus), serta Sumatera Bagian Selatan dan Sumatera Bagian Utara. Melalui kolaborasi ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menciptakan multiplier effect yang tidak hanya berdampak pada profitabilitas bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat luas sesuai dengan arahan Asta Cita.