Sekolah Swasta di Jaksel Terapkan PJJ Usai Temuan 1.000 Senjata

oleh -5 Dilihat
Sekolah Swasta di Jaksel Terapkan PJJ Usai Temuan 1.000 Senjata

KabarDermayu.com – Aktivitas belajar-mengajar di sebuah Sekolah Swasta kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terpaksa dialihkan sepenuhnya menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Keputusan ini diambil sebagai respons darurat menyusul temuan mengejutkan berupa hampir seribu pucuk senjata di lingkungan yayasan pendidikan tersebut.

Langkah tegas ini akan mulai diberlakukan selama sepekan penuh, tepatnya pada Senin, 10 Agustus hingga Jumat, 14 Agustus 2026. Pihak yayasan menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil semata-mata untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh siswa di tengah proses investigasi yang sedang berjalan.

Latar Belakang Temuan Senjata

Peristiwa ini bermula dari laporan masyarakat pada 15 Juli 2026, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Dalam penggeledahan di salah satu ruangan milik yayasan, ditemukan sebanyak 995 pucuk senjata, baik jenis senjata api maupun airsoft gun. Tidak hanya senjata, polisi juga menyita amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, hingga barang yang diduga sebagai narkotika jenis sabu dan ganja, serta VCD porno.

Berdasarkan keterangan kuasa hukum yayasan, Hermawanto, saat ini masih terdapat beberapa area di lokasi kejadian yang belum dapat diakses. Sejumlah ruangan masih dalam kondisi tersegel dengan garis polisi (police line), sehingga pihak sekolah pun belum mengetahui secara pasti apa saja isi di dalam ruangan tersebut.

Fokus pada Keamanan dan Psikologis Siswa

Alvon Kurnia Palma, kuasa hukum yayasan lainnya, menjelaskan bahwa penerapan PJJ merupakan respons atas kekhawatiran para orang tua murid. Kebijakan ini diambil agar proses pendidikan tetap berlangsung tanpa harus mengorbankan rasa aman anak-anak.

“Tujuannya lebih kepada memastikan anak-anak itu belajar secara aman. Kami sangat menjaga agar persoalan ini tidak dikait-kaitkan dengan siswa, sehingga tidak memberikan citra negatif kepada mereka,” ujar Alvon.

Pihak yayasan sangat berharap aparat kepolisian dapat segera menuntaskan proses sterilisasi dan pemeriksaan di lingkungan sekolah. Hal ini dianggap krusial agar kondisi sekolah dinyatakan benar-benar aman sebelum siswa diizinkan kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

  • Penerapan PJJ berlangsung mulai 10 hingga 14 Agustus 2026.
  • Fokus utama adalah menjaga kondisi psikologis siswa agar tidak merasa takut atau terintimidasi.
  • Polisi telah menangani kasus ini melalui Laporan Polisi Model A sejak pertengahan Juli lalu.

Pihak sekolah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pihak berwajib guna memastikan bahwa lingkungan pendidikan kembali steril dari barang-barang ilegal. Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan di lokasi yayasan di Pondok Pinang tersebut masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif dan pemilik dari ratusan senjata yang ditemukan.