KabarDermayu.com – Wirausahawan Sandiaga Salahuddin Uno baru-baru ini berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan finansialnya, dimulai dari nol hingga membangun kerajaan bisnis.
Dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Jakarta, Sandiaga mengungkapkan bahwa ia memulai kariernya dengan gaji yang terbilang kecil, yakni Rp400 ribu per bulan. Namun, berkat kegigihan dan kecerdasannya di bidang keuangan, ia berhasil mencapai penghasilan ribuan dolar di usia akhir 20-an.
Meskipun telah meraih kesuksesan finansial di usia muda, Sandiaga mengakui bahwa rasa percaya diri yang berlebihan sempat membuatnya mengambil keputusan yang berisiko tinggi. Pengalaman pahit ini menjadi pelajaran berharga yang jarang ia ceritakan kepada publik.
Ia mengaku pernah mengalami kerugian besar akibat margin call di pasar saham. Lebih jauh lagi, keputusannya untuk menjaminkan sertifikat tanah milik mertuanya sebagai jaminan pinjaman bank untuk berinvestasi di saham justru berujung pada utang.
“Itu pelajaran yang jarang saya ceritakan. Saya bukan hanya rugi, tapi juga jadi punya utang ke mertua,” ungkap Sandiaga, seperti dikutip dari keterangan tertulis pada Kamis, 30 April 2026.
Namun, cobaan tersebut justru memicu semangatnya untuk mencari solusi dan mengubah krisis menjadi peluang. Berbekal keahlian di bidang keuangan dan investasi yang dimilikinya, Sandiaga mulai mengalihkan fokusnya ke dunia bisnis.
Baca juga di sini: Dasco Pastikan RUU Ketenagakerjaan Dibahas Bersama Buruh
Langkah ini terbukti menjadi titik balik penting dalam perjalanan kariernya. Ia berhasil membangun perusahaan investasi dan bangkit dari keterpurukan finansial dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
Sandiaga juga membagikan prinsip-prinsip keuangan yang menurutnya sangat relevan bagi generasi muda. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara arus kas dan gaya hidup, terutama ketika penghasilan mulai meningkat.
Prinsip ini juga berkaitan dengan pentingnya melakukan diversifikasi investasi. Tujuannya adalah agar tidak terlalu terpapar pada risiko berlebihan jika hanya berinvestasi pada satu instrumen keuangan saja.
Selain itu, ia menyoroti kekuatan compounding atau bunga berbunga. Efek pengganda ini dapat dimaksimalkan jika investasi dimulai sejak usia dini. Menurut Sandiaga, usia 20-an adalah momentum terbaik untuk memulai investasi.
Alasannya adalah waktu yang panjang akan memberikan efek pengganda yang signifikan terhadap pertumbuhan aset, bahkan jika dimulai dari nominal yang kecil sekalipun.
Ia juga menegaskan pentingnya memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Pendapatan aktif atau active income perlu diperkuat dengan pendapatan pasif atau passive income.
Pendapatan pasif ini bisa diperoleh melalui investasi, properti, atau bisnis. Tujuannya adalah untuk menciptakan stabilitas finansial jangka panjang yang kokoh.
Disiplin finansial juga menjadi fondasi utama dalam strategi yang dibagikan oleh Sandiaga. Ia mengingatkan pentingnya memahami perbedaan antara perilaku hemat dan pelit dalam kehidupan sehari-hari.
“Hemat itu memastikan jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang,” ujarnya, menjelaskan prinsip dasar pengelolaan keuangan yang bijak.
Dalam perjalanannya, Sandiaga mengaku banyak terinspirasi oleh tokoh-tokoh besar. Ia menjadikan Warren Buffett sebagai acuan global dalam dunia investasi.
Sementara itu, di tingkat domestik, ia belajar banyak dari sosok William Soeryadjaya. Selain itu, para mentor di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) juga berperan penting dalam membantu Sandiaga membangun pola pikir kewirausahaan dan pengelolaan risiko yang lebih matang.
Pengalaman jatuh bangun yang dibagikan oleh Sandiaga Uno ini menjadi bukti nyata bahwa keputusan finansial yang diambil di usia 20-an memiliki dampak yang sangat besar di masa depan. Bahkan, kegagalan pun dapat menjadi pijakan berharga untuk bangkit kembali dengan kekuatan yang lebih besar.





