Mandiri Bagikan Dividen Rp44,47 Triliun, Imbal Hasil Lampaui 10%

oleh -5 Dilihat
Mandiri Bagikan Dividen Rp44,47 Triliun, Imbal Hasil Lampaui 10%

KabarDermayu.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI, sebagai salah satu bank BUMN terkemuka, telah mengumumkan keputusan pembagian dividen yang signifikan bagi para pemegang sahamnya.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026, disepakati bahwa perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 44,47 triliun.

Jumlah dividen ini merepresentasikan 79 persen dari total laba bersih konsolidasi perseroan sepanjang tahun buku 2025, yang berhasil mencapai angka Rp 56,3 triliun.

Pembagian dividen ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri untuk memberikan imbal hasil yang optimal kepada para pemegang sahamnya.

Dari total dividen yang akan dibagikan, sebagian senilai Rp 9,3 triliun telah disalurkan lebih awal sebagai dividen interim pada tanggal 14 Januari 2026.

Sisa dari total dividen tersebut akan segera didistribusikan kepada para pemegang saham setelah pelaksanaan RUPST.

Dengan mempertimbangkan harga saham BMRI pada penutupan perdagangan di hari RUPST, yaitu Rp 4.430 per lembar saham, tingkat dividend yield perseroan tercatat mencapai 10,77 persen.

Angka dividend yield ini tergolong tinggi dan menempatkan Bank Mandiri sebagai salah satu emiten perbankan dengan imbal hasil dividen terbaik di Indonesia.

Total dividen per saham (DPS) yang ditetapkan adalah Rp 476,95 per unit saham.

Nilai ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan dividen per saham tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 466,18.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, dalam keterangan resminya yang dikutip pada Kamis, 30 April 2026, menyatakan bahwa keputusan pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham.

Hal ini dilakukan tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus berkembang sebagai institusi keuangan nasional yang mampu bersaing secara global.

Riduan juga memaparkan bahwa kinerja positif perseroan didukung oleh pertumbuhan kredit yang solid, mencapai 13,4 persen secara tahunan, dengan total penyaluran kredit mencapai Rp 1.895 triliun.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan lonjakan yang signifikan, yaitu sebesar 23,9 persen secara year on year (yoy), mencapai Rp 2.106 triliun.

Baca juga di sini: Jawaban Mengejutkan Menhan AS tentang Kesehatan Mental Donald Trump

Untuk penyaluran kredit bank only, angka yang dicapai adalah Rp 1.530 triliun, yang berarti meningkat 17,4 persen secara year on year.

Kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross yang berada di level 0,98 persen.

Riduan menambahkan bahwa keputusan pembagian dividen ini juga merupakan cerminan kepercayaan para pemegang saham terhadap arah bisnis dan strategi pertumbuhan jangka panjang yang diusung oleh perseroan.

Ia menegaskan bahwa Bank Mandiri akan terus berupaya menjaga fundamental perusahaan, memperkuat tata kelola yang baik, serta terus memperluas perannya sebagai penggerak utama ekosistem ekonomi nasional.

Dividen ini, menurut Riduan, juga merupakan wujud nyata dari tekad Bank Mandiri untuk “Melayani Sepenuh Hati” sebagai mitra strategis negara dan sebagai bagian dari ekosistem Danantara yang berkontribusi pada penguatan BUMN bagi masyarakat.

Selain persetujuan pembagian dividen, RUPST Bank Mandiri juga menyepakati perubahan dalam susunan Direksi dan Dewan Komisaris perseroan.

Dalam agenda ini, Muhammad Yusuf Ateh diberhentikan dengan hormat dari jabatannya sebagai Komisaris Bank Mandiri.

Selanjutnya, Timothy Utama diberhentikan sekaligus diangkat kembali dalam jabatan Direktur Operations Bank Mandiri.

Berikut adalah susunan Dewan Direksi dan Komisaris Bank Mandiri setelah RUPST dilaksanakan:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama/Independen: Zulkifli Zaini
  • Wakil Komisaris Utama: Rudy Salahuddin Ramto*
  • Komisaris: Luky Alfirman
  • Komisaris: Yuliot
  • Komisaris Independen: Mia Amiati
  • Komisaris Independen: Bintoro K. Pardewo

Dewan Direksi

  • Direktur Utama: Riduan
  • Wakil Direktur Utama: Henry Panjaitan
  • Direktur Operations: Timothy Utama
  • Direktur Human Capital & Compliance: Eka Fitria
  • Direktur Risk Management: Danis Subyantoro
  • Direktur Commercial Banking: Totok Priyambodo
  • Direktur Corporate Banking: Mochamad Rizaldi
  • Direktur Consumer Banking: Saptari
  • Direktur Treasury & International Banking: Ari Rizaldi
  • Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini
  • Direktur Network & Retail Funding: Jan Winston Tambunan
  • Direktur Information & Technology: Sunarto

*) Posisi Rudy Salahuddin Ramto sebagai Wakil Komisaris Utama akan efektif berlaku setelah beliau berhasil melewati Uji Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan serta memenuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.