Pemerintah Berhasil Jaga Inflasi dengan Kebijakan Subsidi BBM

oleh -5 Dilihat
Pemerintah Berhasil Jaga Inflasi dengan Kebijakan Subsidi BBM

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa kebijakan pemerintah dalam mempertahankan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) telah berhasil mengendalikan laju inflasi di Indonesia.

Pada April 2026, inflasi tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini dianggap masih dalam batas yang terkendali oleh pemerintah.

Sementara itu, inflasi secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada periode yang sama adalah sebesar 2,42 persen (yoy). Purbaya menambahkan bahwa meredanya tekanan inflasi ini merupakan hasil dari normalisasi kebijakan yang ditempuh pemerintah.

Pemerintah memutuskan untuk tetap mempertahankan subsidi BBM di tengah gejolak geopolitik global. Keputusan ini dinilai efektif dalam meredam lonjakan inflasi, khususnya pada sektor energi.

Purbaya menjelaskan bahwa keputusan untuk melanjutkan subsidi BBM telah melalui perhitungan yang matang. Jika subsidi energi dicabut di saat harga minyak dunia masih berfluktuasi naik, inflasi berpotensi melonjak tajam dan memberikan dampak negatif yang signifikan bagi masyarakat.

“Tapi, kalau kita lepas harga minyak, harga BBM sesuai dengan harga minyak dunia, pasti inflasinya naik tinggi, dan daya beli akan tergerus, efek minyak akan menambah secara signifikan,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menegaskan, “Itulah alasan kenapa kita menahan sebagian subsidi BBM.”

Lebih lanjut, Purbaya menguraikan bahwa pencabutan subsidi BBM tidak hanya berdampak pada inflasi, tetapi juga dapat menekan daya beli masyarakat. Hal ini pada akhirnya berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi secara keseluruhan.

“Hitungannya kita adalah mana yang paling bagus, kita subsidi atau kita ambil subsidinya. Uangnya banyak, saya belanjain, tapi ekonominya runtuh, karena susah dikendalikan,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen secara tahunan (yoy). Angka ini tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026.

Baca juga: Kumpulan Doa Ibadah Haji Lengkap dengan Teks Latin dan Terjemahan

Secara bulanan, inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen (mtm).