Menhan RI dan Jepang Sepakati Kerja Sama Pertahanan Setelah Tokyo Longgarkan Impor Senjata

oleh -5 Dilihat
Menhan RI dan Jepang Sepakati Kerja Sama Pertahanan Setelah Tokyo Longgarkan Impor Senjata

KabarDermayu.com – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, telah mencapai kesepakatan mengenai kerja sama di bidang pertahanan. Kesepakatan ini mencakup peningkatan kolaborasi dalam industri pertahanan serta pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor tersebut.

Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa kedua negara sepakat untuk mendorong kerja sama yang substantif. Fokusnya adalah pada industri pertahanan dan pembangunan kapabilitas personel kedua negara, dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional masing-masing.

Menurut Sjafrie, kerja sama industri pertahanan dengan Jepang dipandang sebagai langkah strategis. Hal ini diharapkan dapat memperkuat industri pertahanan dalam negeri Indonesia.

Baca juga: ShopeePay Kini Bisa Digunakan di China Melalui QRIS Antarnegara

Lebih lanjut, Sjafrie Sjamsoeddin menilai Jepang memiliki kapabilitas yang mumpuni dalam teknologi pertahanan, khususnya dalam pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista). Melalui kerja sama ini, diharapkan terjadi transfer teknologi dan ilmu pengetahuan yang akan meningkatkan kualitas industri pertahanan nasional.

Selain itu, kerja sama juga akan diperluas ke bidang misi kemanusiaan, terutama dalam penanggulangan bencana. Seluruh poin kerja sama ini dibahas dalam pertemuan tertutup antara kedua menteri di Kantor Kementerian Pertahanan, yang kemudian ditutup dengan penandatanganan kontrak kerja sama pertahanan.

Kesepakatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Jepang ini terjadi menyusul pelonggaran kebijakan ekspor senjata oleh Tokyo. Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan bahwa Shinjiro Koizumi akan berupaya meningkatkan pertukaran di bidang peralatan dan teknologi pertahanan.

Pelonggaran pembatasan ekspor senjata oleh Jepang, yang telah berlaku selama beberapa dekade, memungkinkan perusahaan negara tersebut untuk menjual senjata mematikan kepada 17 negara yang memiliki perjanjian pertahanan dengan Jepang. Kebijakan ini diambil setelah Presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang juga mantan Menhan RI, mendorong modernisasi aset militer negara sejak menjabat pada tahun 2024.

Setelah kunjungan ke Indonesia, Shinjiro Koizumi dijadwalkan menuju Filipina. Di sana, pasukan Jepang akan berpartisipasi dalam latihan militer gabungan bersama Amerika Serikat.

Shinjiro Koizumi menyampaikan bahwa kerja sama pertahanan dengan Indonesia akan memberikan kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas kawasan secara keseluruhan, terutama di tengah situasi internasional yang semakin kompleks dan tegang. Ia juga mengungkapkan akan membahas keamanan maritim dan latihan gabungan dengan Sjafrie.

Pada bulan sebelumnya, Indonesia telah menyimpulkan pakta kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Selain itu, Indonesia juga meningkatkan hubungan keamanan dengan Prancis dan menandatangani kesepakatan minyak dengan Rusia.

Indonesia, dalam mempertahankan sikap diplomatik “bebas dan aktif”, tahun lalu bergabung dengan blok BRICS. Blok ini terdiri dari negara-negara berkembang, termasuk Rusia dan China, yang merupakan pesaing Amerika Serikat.