KabarDermayu.com – Akun media sosial kembali menjadi sasaran empuk kejahatan siber yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Musisi sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Dhani, baru-baru ini menjadi korban peretasan akun Instagram resminya. Insiden ini tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga menyeret sejumlah orang yang menjadi korban penipuan dengan kerugian finansial yang signifikan.
Akun Instagram milik pentolan grup musik Dewa 19 itu dilaporkan menghilang secara misterius pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi. Tak lama berselang, akun tersebut dikuasai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Peretas kemudian memanfaatkan akun yang sudah terverifikasi centang biru tersebut untuk menyebarkan berbagai penawaran palsu. Modus yang digunakan meliputi penjualan emas Antam dan produk elektronik seperti iPhone.
Ahmad Dhani sendiri mengungkapkan keheranannya terhadap metode peretasan yang digunakan. Ia menilai pelaku memiliki kemampuan teknis yang jauh melampaui modus penipuan konvensional.
“Kalau phishing itu kan tidak bisa menembus verifikasi dua langkah sebenarnya. Tapi ini bisa ditembus, jadi ini lebih canggih dari phishing,” ujar Ahmad Dhani, mengutip tayangan YouTube pada Kamis, 7 Mei 2026.
Kecurigaan Ahmad Dhani pun mengarah pada motif yang lebih besar di balik peretasan ini. Ia menduga kejadian ini bukan sekadar penipuan biasa, melainkan memiliki kaitan dengan momentum tertentu. Terlebih lagi, ia belakangan ini aktif membahas masa lalu rumah tangganya dengan Maia Estianty di ruang publik.
“Menurut saya, ini hanya kamuflase saja. Sebenarnya ini adalah semacam pembunuh bayaran. Kita tidak pernah tahu motifnya apa, karena momentum dan waktunya bisa sangat tepat dengan apa yang sedang berlangsung,” tegasnya.
Beruntung, berkat koordinasi cepat dengan pihak Meta Platforms serta Kementerian Komunikasi dan Digital, akun Instagram Ahmad Dhani berhasil dipulihkan pada hari yang sama. Identitas pelaku pun telah berhasil dikantongi oleh pihak berwenang.
Diduga kuat, peretasan ini dilakukan oleh sebuah sindikat yang beroperasi di wilayah Sulawesi. Anggota sindikat ini diketahui merupakan residivis yang pernah terlibat dalam kasus serupa.
Peretasan ini juga dilaporkan telah menimbulkan korban. Salah satu laporan menyebutkan kerugian mencapai Rp40 juta akibat transaksi pembelian emas palsu yang ditawarkan melalui akun yang diretas.
“Di-hack tadi pagi jam 6 pagi. Setelah dari jam 12 malam mereka meretas, terjadi perang elektronik. Tapi akhirnya ketika kita tidur, jam 6 pagi berhasil diretas. Dan akhirnya terjadi penipuan,” ungkap Ahmad Dhani mengenai kronologi kejadian.
Kasus ini menjadi peringatan serius mengenai pentingnya keamanan digital, terutama bagi figur publik dan pejabat negara. Ahmad Dhani secara khusus menyoroti potensi ancaman yang lebih luas akibat celah keamanan siber ini.
Baca juga: Boni Hargens Puji Kapolri Jalankan Rekomendasi Tim Reformasi
“Suatu saat Menteri pun bisa diretas, Presiden pun bisa juga diretas. Ini kan sangat berbahaya,” ujarnya, menekankan kerentanan sistem yang ada.





