Kisah Masa Kecil Al Ghazali dan El Rumi dari Guru SD Mereka

oleh -5 Dilihat
Kisah Masa Kecil Al Ghazali dan El Rumi dari Guru SD Mereka

KabarDermayu.com – Nama Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali menjadi sorotan publik setelah kisah lama mengenai konflik rumah tangga keduanya kembali mencuat ke media sosial. Kali ini, perhatian netizen tertuju pada masa kecil putra-putra mereka, Al Ghazali dan El Rumi, yang disebut sempat mengalami tekanan mental akibat pertikaian orang tua mereka yang berlangsung terbuka di hadapan publik.

Cerita ini bermula dari unggahan seorang perempuan yang mengaku pernah menjadi guru di sekolah dasar tempat Al dan El menempuh pendidikan. Pengakuannya kemudian viral setelah dibagikan ulang di berbagai platform media sosial dan memicu simpati netizen.

Sang mantan guru mengaku merasa perlu memberikan sudut pandang lain setelah melihat banyak komentar negatif yang ditujukan kepada El Rumi. Selama ini, El kerap disebut suka melamun atau kurang fokus saat tampil di depan publik. Namun menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari pengalaman masa kecil yang penuh tekanan.

“Yang ngatain El plonga-plongo. Let me say, saya pernah ngajar di SD tempat anak-anak Dhani dan Maia sekolah. Kalau Dul saya nggak kenal, karena udah resign. Tapi Al, El saya tau banget. Mereka cilik, orangtuanya ribut besar,” tulis akun @intan_ir yang diunggah ulang oleh akun TikTok @suchhhlive, dikutip Kamis 7 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa situasi di sekolah kala itu jauh dari kata normal bagi kedua anak tersebut. Konflik rumah tangga yang terus menjadi konsumsi media disebut membuat kehidupan pribadi mereka sulit berjalan seperti anak-anak lain pada umumnya.

Menurut pengakuannya, wartawan hampir setiap hari berada di area sekolah untuk memburu informasi mengenai keluarga mereka. Akibatnya, Al dan El disebut harus mencari cara agar bisa keluar masuk sekolah tanpa menjadi sorotan.

Baca juga: Timnas Indonesia U-17 Hadapi Qatar di Piala Asia, Saksikan Live Streamingnya

“Media tiap hari banget ada di sekolah, sampai mereka masuk/keluar sekolah lewat jalan tikus. Kalau bapaknya lagi ‘kumat’ nggak masuk sekolah karena nggak boleh berangkat sama bapaknya. Rapot nggak pernah diambil orangtua langsung,” ujarnya.

Tak hanya persoalan privasi, sang mantan guru juga menyinggung kondisi pengasuhan yang dinilai kurang stabil. Ia menilai tekanan emosional yang diterima Al dan El di usia kecil membuat perkembangan akademik mereka ikut terdampak.

“Mereka nggak punya pengasuhan yang stabil, mau pintar akademis juga susah, nggak gila aja menurut gue udah alhamdulillah,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut langsung memancing reaksi emosional dari publik. Banyak netizen mengaku baru memahami alasan mengapa Al dan El kerap terlihat pendiam atau canggung ketika berada di hadapan kamera maupun saat diwawancarai media.

Di sisi lain, tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi kepada ketiga putra Maia Estianty karena dinilai berhasil tumbuh menjadi sosok dewasa yang sopan dan bertanggung jawab meski sempat dibesarkan di tengah konflik keluarga yang begitu terbuka di ruang publik.