IHSG Tertekan Sentimen Royalti Tambang dan Rupiah Melemah

oleh -6 Dilihat
IHSG Tertekan Sentimen Royalti Tambang dan Rupiah Melemah

KabarDermayu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Senin, 11 Mei 2026, anjlok 0,91 persen atau setara dengan 63,77 poin. IHSG harus puas berada di level 6.905,62 setelah bergerak fluktuatif cenderung menurun sepanjang sesi perdagangan.

Analis dari Phintraco Sekuritas mencatat bahwa sempat ada sentimen positif yang mendorong IHSG untuk bangkit terbatas. Hal ini dipicu oleh pemberitaan mengenai penundaan penerapan tarif royalti tambang untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Penundaan ini dilakukan demi penyusunan formulasi yang lebih optimal dan adil bagi semua pihak.

Namun, sentimen positif tersebut tidak bertahan lama. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengkonfirmasi bahwa aturan penyesuaian tarif royalti bagi perusahaan tambang tetap akan berlaku mulai awal Juni 2026. Peraturan Presiden mengenai hal ini akan segera diterbitkan, yang kembali menekan IHSG ke zona pelemahan.

“Pelemahan Rupiah hingga posisi di atas Rp 17.400 per dolar AS juga menambah sentimen negatif,” ungkap Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya pada Senin, 11 Mei 2026.

Kondisi pelemahan IHSG ini tercermin dari hampir seluruh sektor saham yang mengalami penurunan drastis. Hanya sektor infrastruktur yang berhasil mencatat hasil positif dengan kenaikan sebesar 1,52 persen.

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Pengadaan Chromebook oleh Nadiem dengan Tim Khusus Bukan Kriminal, Jaksa Beri Tanggapan

Sektor transportasi menjadi yang paling terpuruk, anjlok sedalam 2,88 persen. Diikuti oleh sektor energi yang merosot 2,02 persen, serta sektor keuangan yang tergerus 1,74 persen.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 20,26 triliun dengan volume transaksi harian sebesar Rp 38,38 miliar. Total aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh para investor mencapai 2,77 juta transaksi.

Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan histogram negatif yang kembali melemah. Selain itu, terjadi Death Cross pada Stochastic RSI di area pivot, yang mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut.

Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas indeks di bursa Asia yang juga ditutup melemah. Koreksi ini terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak mentah setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menolak proposal damai dari Iran.

Formulasi baru terkait royalti tambang itu akan diupayakan untuk menjadi formulasi yang menguntungkan negara dan pengusaha. Sehingga, kebijakan itu tetap berkeadilan.