AS Gelontorkan Rp500 Triliun Lebih untuk Perang Iran

oleh -7 Dilihat
AS Gelontorkan Rp500 Triliun Lebih untuk Perang Iran

KabarDermayu.com – Amerika Serikat telah menggelontorkan anggaran sebesar hampir US$29 miliar, atau setara dengan Rp507 triliun, untuk mendanai operasi militer yang ditujukan kepada Iran. Angka fantastis ini diungkapkan langsung oleh Wakil Menteri Perang sekaligus Kepala Keuangan, Jules W. Hurst III, dalam sebuah sidang di Komite Anggaran Pertahanan DPR AS pada Selasa, 12 Mei 2026.

Hurst menjelaskan bahwa estimasi biaya ini terus diperbarui oleh tim gabungan staf dan pengawas anggaran. Perkiraan awal adalah US$25 miliar, namun kini telah mendekati US$29 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh tingginya biaya perbaikan dan penggantian peralatan militer, serta biaya operasional umum yang diperlukan untuk menjaga kehadiran pasukan di lapangan.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran sendiri diketahui telah memanas sejak tanggal 28 Februari. Pada awal eskalasi, Washington bersama Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan dan korban di kalangan sipil.

Tindakan ini kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan balasan. Situasi tersebut memicu eskalasi ketegangan yang nyaris menghentikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini memiliki peran yang sangat vital bagi distribusi minyak dan gas alam cair global.

Baca juga: Jadwal Lengkap dan Format Baru Playoff IBL 2026 Mulai 23 Mei

Dampak dari ketegangan ini tidak hanya terasa di kawasan Timur Tengah, tetapi juga merambat ke pasar global. Harga energi dilaporkan melonjak tajam, menambah tekanan pada perekonomian internasional yang sudah menghadapi berbagai tantangan.

Sejak saat itu, pemerintahan Presiden Donald Trump memutuskan untuk memperluas operasi militer. Alasan yang dikemukakan adalah untuk menjaga keamanan kawasan dan menekan kemampuan militer Iran.

Washington juga secara tegas menyatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk melemahkan kapasitas militer dan ekonomi Teheran. Upaya ini diharapkan dapat membatasi pengaruh Iran di kawasan.

Hurst menekankan bahwa biaya operasi militer ini akan terus meningkat seiring dengan berlanjutnya konflik. Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat kini dihadapkan pada tantangan fiskal yang besar. Sementara itu, Kongres menuntut adanya transparansi yang lebih besar dalam penggunaan anggaran pertahanan.