Ainun & PNM Ubah Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan

oleh -15 Dilihat
Ainun & PNM Ubah Pandang Warga Kampung Tentang Perempuan

KabarDermayu.com – Di tengah keterbatasan dan pandangan tradisional mengenai peran perempuan di kampung halamannya di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Nuraenun, atau yang akrab disapa Ainun, berhasil membuktikan bahwa pendidikan dan kemandirian adalah kunci untuk mengubah nasib dan pandangan masyarakat.

Ainun, anak bungsu dari tiga bersaudara, tumbuh dalam lingkungan yang memiliki ekspektasi sederhana terhadap masa depan perempuan. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, banyak yang beranggapan bahwa jalan terbaik baginya adalah pernikahan. Ia mengenang, “Di kampung saya, orang bilang ijazah SMA ujung-ujungnya di KUA.”

Namun, jauh di lubuk hatinya, Ainun menyimpan mimpi yang berbeda. Ia mendambakan pekerjaan, kemandirian finansial, dan kemampuan untuk membantu keluarganya. Kesempatan itu datang di awal tahun 2023 ketika ia menemukan brosur rekrutmen untuk posisi Account Officer PNM Mekaar yang dibagikan di grup WhatsApp alumni sekolahnya. Tanpa banyak harapan besar, ia memberanikan diri mendaftar.

Tak disangka, beberapa hari kemudian, ia dipanggil untuk mengikuti proses pelatihan. Perjalanan menuju pelatihan itu sendiri tidaklah mudah. Karena belum memiliki kendaraan pribadi, ibunya terpaksa meminjam motor tetangga untuk mengantarnya. Di tengah perjalanan, Ainun mendengar percakapan ibunya dengan sang tante, yang menyampaikan kekhawatiran karena Ainun memilih bekerja ketimbang melanjutkan rencana pernikahan yang telah diatur keluarga. Situasi semakin pelik mengingat ayahnya sedang sakit dan kondisi ekonomi keluarga sedang sulit.

Percakapan tersebut menjadi titik balik yang sangat berarti bagi Ainun. Ia menyadari bahwa keputusannya untuk bekerja bukan sekadar mengejar karier pribadi, tetapi juga membawa harapan besar bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan keluarganya.

Sejak resmi bergabung dengan PNM (Permodalan Nasional Madani) pada 23 Maret 2023, Ainun tidak hanya mendapatkan sebuah pekerjaan. PNM menjelma menjadi sebuah wadah yang memfasilitasinya untuk bertumbuh, belajar menghadapi berbagai tantangan, sekaligus mewujudkan mimpi yang selama ini ia perjuangkan dengan gigih.

Hari-harinya kini dihabiskan untuk mendampingi kelompok nasabah PNM Mekaar. Ia bertemu langsung dengan para ibu pelaku usaha ultra mikro, menyaksikan semangat mereka yang tak pernah padam untuk bangkit, dan belajar dari ketangguhan mereka. Tiga tahun berlalu, dan kini Ainun mampu berkontribusi signifikan dalam membantu biaya pengobatan ayahnya yang rutin menjalani kemoterapi.

Bagi Ainun, pencapaian terbesarnya bukanlah semata-mata penghasilan yang ia dapatkan. Kebahagiaan terbesar justru datang dari perubahan cara pandang masyarakat di kampung halamannya. Ijazah SMA yang dulu dianggap hanya akan berujung pada urusan pernikahan, kini telah menjadi gerbang awal baginya untuk berkarya, mandiri, dan memberikan manfaat bagi banyak orang di sekitarnya.

“Dari nasabah saya belajar, sedikit atau banyak rezeki harus tetap disyukuri karena semua sudah diatur sesuai porsinya,” tambah Ainun, mencerminkan filosofi hidup yang ia serap dari para perempuan tangguh yang ia dampingi.

Ainun adalah salah satu dari lebih dari 43 ribu Account Officer PNM yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap hari, mereka hadir mendampingi jutaan perempuan prasejahtera, memberikan dukungan finansial dan moral. Kisah Ainun menjadi bukti nyata bahwa program pemberdayaan yang dijalankan oleh PNM tidak hanya membuka peluang bagi para nasabah untuk berkembang, tetapi juga menciptakan ruang bagi para pendamping seperti Ainun untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka yang dulunya nyaris terhenti sebelum dimulai.