Perempuan Indonesia: Manfaatkan Teknologi untuk Inovasi & Belajar

oleh -3 Dilihat
Perempuan Indonesia: Manfaatkan Teknologi untuk Inovasi & Belajar

KabarDermayu.com – Era transformasi digital yang bergerak sangat cepat menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi, tak terkecuali bagi kaum perempuan di Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat Jenderal DPD RI menggaungkan semangat agar perempuan tidak hanya menjadi penonton, melainkan subjek yang aktif memanfaatkan kemajuan teknologi untuk berinovasi.

Pesan ini disampaikan dalam sebuah seminar bertajuk “Tumbuh Bersama dalam Era Digital: Perempuan Cerdas, Berdaya, dan Menginspirasi”. Acara yang dihelat di Lobi DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta tersebut, menjadi wadah bagi para anggota DWP untuk mendiskusikan bagaimana teknologi dapat menjadi katalisator dalam pengembangan diri serta penguatan ekonomi keluarga.

Ketua DWP Setjen DPD RI, Nindya M. Iqbal, dalam sambutannya pada Kamis, 30 Juli 2026, menekankan bahwa teknologi adalah peluang besar yang harus dirangkul. Ia mengajak para perempuan untuk mengubah paradigma yang selama ini mungkin menganggap teknologi sebagai ancaman menjadi sebuah instrumen untuk meningkatkan kualitas diri.

“Memasuki usia ke-7, diharapkan DWP Setjen DPD RI bisa terus menjadi ruang bagi perempuan untuk bertumbuh. Kita harus mampu beradaptasi untuk terus meningkatkan kemampuan diri, serta memanfaatkan teknologi untuk memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Nindya.

Dalam paparannya, Nindya juga memberikan catatan kritis mengenai penggunaan teknologi, terutama dengan munculnya kecerdasan buatan (artificial intelligence). Ia mengutip pemikiran peraih Nobel Perdamaian, Christian Lous Lange, yang menyatakan bahwa teknologi adalah pelayan yang berguna namun bisa menjadi tuan yang berbahaya.

Pesan tersebut menjadi pengingat penting bahwa secanggih apa pun teknologi yang berkembang, manusia harus tetap memegang kendali. Pemanfaatan perangkat digital harus dilakukan dengan bijak dan berintegritas, sehingga dampak positif yang dihasilkan jauh lebih besar daripada risiko yang mungkin muncul.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal DPD RI, Mohammad Iqbal, memberikan apresiasi penuh atas perayaan HUT ke-7 ini. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar perayaan seremonial belaka, melainkan momentum untuk mempererat solidaritas dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan DPD RI.

Iqbal berharap agar DWP Setjen DPD RI terus menjadi organisasi yang dinamis dan adaptif. Ia mendorong seluruh anggota untuk terus mengedepankan semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learning), meningkatkan literasi digital, serta terus aktif berkontribusi dalam berbagai sektor, baik di dalam keluarga maupun masyarakat luas.

Rangkaian perayaan HUT ke-7 DWP Setjen DPD RI sendiri berlangsung dengan cukup variatif. Selain seminar inspiratif yang menghadirkan narasumber Anantya Van Bronckhorst, kegiatan ini juga diramaikan dengan berbagai agenda lain, seperti:

  • Kegiatan sosial yang bertujuan mempererat kepedulian terhadap sesama.
  • Olahraga bersama untuk menjaga kebugaran fisik anggota.
  • Mini bazar yang menjadi ajang promosi kreativitas dan produk lokal.

Kehadiran berbagai elemen dalam acara tersebut, termasuk jajaran pimpinan Setjen DPD RI serta para pegawai, menunjukkan sinergi yang kuat antara organisasi dengan lingkungan kerjanya. Semangat pemberdayaan perempuan yang diusung oleh DWP Setjen DPD RI ini diharapkan mampu melahirkan sosok-sosok perempuan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menghadapi tantangan zaman.

Di akhir rangkaian acara, ditekankan kembali bahwa peran perempuan dalam era digital sangat krusial. Dengan literasi digital yang mumpuni, Perempuan Indonesia diharapkan mampu menjadi pilar pendukung utama bagi keluarga dan bangsa dalam menavigasi masa depan yang semakin bergantung pada teknologi digital.