Pertamina: Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

oleh -12 Dilihat
Pertamina: Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

KabarDermayu.com – Pertamina secara aktif mendorong partisipasi perempuan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam industri energi. Komitmen ini disampaikan oleh Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), Raden Adjeng Sondaryani, dalam sebuah talkshow bertema “Women in STEM: Breaking Barriers and Building Inclusive Futures for Women and Girls” yang diselenggarakan di Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026.

Perempuan yang akrab disapa Inge ini mengungkapkan bahwa peluang bagi perempuan untuk membangun karier di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) kini semakin terbuka lebar. Melalui diskusi tersebut, ia menjelaskan bahwa Pertamina terus berupaya meningkatkan keterlibatan perempuan, termasuk di posisi-posisi strategis perusahaan. Saat ini, banyak perempuan di Pertamina yang telah menduduki jabatan manajerial, mulai dari level Vice President hingga Direktur.

“Pertamina mempunyai komitmen untuk terus meningkatkan jumlah perempuan agar bisa lebih berkontribusi di bidang energi, tidak hanya di level pekerja tetapi juga di level manajerial,” ujar Inge.

Ia melanjutkan, tantangan yang dihadapi perempuan di sektor engineering kini berbeda jika dibandingkan dengan masa lalu. Apabila di masa lampau perempuan kerap dipandang sebelah mata dalam dunia teknik, kini kemampuan mereka semakin diakui. Menurut Inge, keberhasilan seseorang dalam industri energi sejatinya tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kompetensi dan profesionalisme dalam bekerja.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap Pangkalan Militer Rusak Parah Akibat Serangan Iran

“Saya tidak percaya gender menjadi masalah. Selama kita punya kompetensi, mau belajar, punya kemampuan dan attitude yang baik, perempuan bisa memberikan kontribusi nyata di industri ini,” tegasnya.

Selain membahas mengenai karier perempuan di industri energi, Inge juga berbagi pengalamannya dalam menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Ia menekankan pentingnya manajemen waktu yang baik bagi perempuan pekerja agar seluruh tanggung jawab dapat dijalankan secara seimbang. Perempuan memikul tanggung jawab yang besar, baik sebagai profesional maupun sebagai ibu rumah tangga. Oleh karena itu, pengaturan waktu menjadi kunci agar aktivitas keluarga dan pekerjaan dapat berjalan optimal.

“Kalau saya percaya waktunya tetap 24 jam, jadi semuanya soal time management. Persiapan harus senantiasa dilakukan lebih awal supaya semua kegiatan termonitor dengan baik dan tidak terlalu hectic,” tuturnya.

Inge juga mengamati bahwa minat perempuan untuk berkarier di bidang STEM terus menunjukkan peningkatan. Ia memberikan contoh, jumlah mahasiswi di jurusan teknik dan sains saat ini jauh lebih banyak dibandingkan ketika ia masih menempuh pendidikan.

“Kalau dulu mungkin perempuan lebih banyak memilih bidang tertentu, sekarang kesempatan sudah semakin terbuka. Menjadi field engineer sekarang tidak harus laki-laki, perempuan juga punya kesempatan yang sama. Tidak ada perbedaan kesempatan, baik gaji, benefit itu semuanya sama, selama memang kita mempunyai kemampuan yang sama untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik,” jelasnya.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa Pertamina berkomitmen mewujudkan kesetaraan gender melalui penerapan kebijakan Diversity, Equity, & Inclusion (DEI). Kebijakan ini juga didukung oleh penerapan Respectful Workplace yang bertujuan untuk mencegah segala bentuk diskriminasi.

“Kebijakan ini membuka ruang yang sebesar-besarnya kepada seluruh pekerja Pertamina tanpa melihat gendernya, namun pada kompetensi dan kapabilitasnya. Semuanya bekerja sama untuk mendukung tugas Pertamina menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Baron.

Lebih lanjut, Baron menambahkan bahwa Pertamina terus membuka ruang bagi para pekerja perempuan untuk mengaktualisasikan diri melalui komunitas Perempuan Pertamina Tangguh Inspiratif Wibawa Independen (PERTIWI). Komunitas ini dibentuk dengan tujuan menjadi katalisator untuk mempromosikan kesetaraan gender dan mempersiapkan kader pemimpin perempuan di masa depan. (LAN)