Citra Satelit Ungkap Pangkalan Militer Rusak Parah Akibat Serangan Iran

oleh -8 Dilihat
Citra Satelit Ungkap Pangkalan Militer Rusak Parah Akibat Serangan Iran

KabarDermayu.com – Analisis mendalam terhadap citra satelit terbaru telah mengungkap dampak kerusakan yang signifikan pada sejumlah instalasi militer Israel. Kerusakan ini merupakan akibat langsung dari serangan yang dilancarkan oleh Iran dan Hizbullah. Analisis yang dipublikasikan oleh Soar ini secara spesifik menyoroti serangan terhadap beberapa pangkalan militer di wilayah pendudukan Israel.

Serangan tersebut merupakan bagian dari respons pertahanan Iran yang diberi nama Operasi True Promise 4. Operasi ini dilancarkan oleh Iran sebagai balasan atas serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada tanggal 28 Februari lalu.

Munculnya laporan ini memunculkan pertanyaan penting mengenai sejauh mana tingkat kerusakan yang sebenarnya terjadi. Ada kemungkinan bahwa Israel berusaha menutupi atau mengurangi persepsi publik mengenai skala kerugian yang diderita. Pertanyaan utamanya adalah, seberapa parah kerusakan tersebut?

Melansir dari laman presstv.ir pada hari Jumat, 22 Mei 2026, berdasarkan pengamatan citra satelit Sentinel-2, Pangkalan Udara Ramat David dilaporkan mengalami serangan di dua lokasi berbeda. Analisis tersebut menunjukkan bahwa salah satu area yang rusak diduga kuat digunakan sebagai tempat penyimpanan kendaraan pendukung dan peralatan militer.

Area kedua yang terdampak serangan di pangkalan yang sama dilaporkan berfungsi sebagai titik krusial untuk pengisian bahan bakar dan layanan pemeliharaan jet tempur. Infrastruktur ini sangat vital bagi kelangsungan operasi udara Israel.

Citra satelit juga berhasil menangkap adanya perubahan mendadak di dekat sebuah bangunan yang terletak di pangkalan Mishar. Fasilitas ini merupakan bagian dari Unit 8200, sebuah unit intelijen sinyal penting Israel yang berlokasi di dekat kota Safed.

Analisis yang dilakukan oleh Soar mengindikasikan kemungkinan adanya serangan yang menargetkan pangkalan tersebut terjadi antara tanggal 5 hingga 10 Maret. Lebih lanjut, gambar satelit tambahan memperlihatkan kerusakan yang jelas pada sebuah posisi di Pangkalan Udara Nevatim. Pangkalan udara ini tercatat sebagai salah satu target utama dalam respons Iran terhadap apa yang mereka anggap sebagai agresi dari AS dan Israel.

Selain itu, gambar-gambar satelit tersebut juga mengungkap adanya kebakaran besar yang melanda Camp Shimshon. Kebakaran ini dilaporkan dimulai pada tanggal 10 Maret, bertepatan dengan hari ketika Hizbullah mengumumkan telah menyerang lokasi tersebut menggunakan kawanan drone. Menurut analisis yang ada, api terus berkobar selama beberapa hari dan meluas hingga mencakup area sekitar 200 meter di dalam kompleks pangkalan.

Perbandingan citra satelit dengan gambar resolusi tinggi yang lebih lama, yang diambil pada tahun 2016, 2024, dan 2025, menunjukkan pola penggunaan area yang rusak tersebut. Area-area ini secara konsisten dimanfaatkan untuk kepentingan operasional militer, termasuk penempatan kendaraan tempur dan persiapan logistik.

Analisis tersebut juga mencatat bahwa pada gambar-gambar satelit sebelumnya, tidak terlihat adanya vegetasi yang signifikan di area yang kini rusak. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa kebakaran yang terjadi disebabkan oleh serangan langsung terhadap area vital di dalam pangkalan, bukan karena pembakaran vegetasi alami.

Tindakan penurunan kualitas gambar secara sengaja oleh sensor militer Israel tampaknya mengindikasikan upaya pihak berwenang untuk mengurangi persepsi publik mengenai efektivitas operasi pertahanan yang dilakukan oleh Iran. Sejak serangan yang dimulai pada tanggal 28 Februari lalu, Iran dilaporkan telah meluncurkan sekitar 670 rudal dan 765 drone ke wilayah pendudukan Israel, berdasarkan laporan dari Yedioth Ahronoth.

Baca juga: Peran NOC Pertamina Jaga Ketahanan Energi Nasional & Ekonomi

Di tengah situasi yang kompleks ini, kalangan militer Israel dilaporkan masih menyimpan kekhawatiran. Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan kemungkinan bahwa rudal balistik tidak akan menjadi fokus utama dalam pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat mengenai gencatan senjata permanen.