India Siap Perbaiki Candi Prambanan, Fadli Zon Jelaskan Alasannya

oleh -1 Dilihat
India Siap Perbaiki Candi Prambanan, Fadli Zon Jelaskan Alasannya

KabarDermayu.com – Rencana kerja sama antara Indonesia dan India untuk proyek revitalisasi Candi Prambanan semakin menunjukkan progres yang konkret.

Pemerintah Indonesia mengidentifikasi bahwa masih ada lebih dari 200 Candi Perwara di kompleks Candi Prambanan yang belum direvitalisasi. Dukungan dari India diharapkan dapat mempercepat upaya pelestarian salah satu situs warisan dunia Hindu terbesar di dunia ini.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa ketertarikan India untuk berpartisipasi dalam revitalisasi Candi Prambanan pertama kali diungkapkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi sekitar satu setengah tahun lalu.

Fadli Zon menyoroti bahwa India sangat tertarik dengan Candi Prambanan karena statusnya sebagai salah satu candi Hindu terbesar, yang terdiri dari tiga candi utama dan lebih dari 200 Candi Perwara.

Komitmen kerja sama ini akan segera diwujudkan melalui peluncuran proyek konservasi bersama antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi saat kunjungan kenegaraan Modi ke Yogyakarta.

Menurut Fadli, tantangan terbesar dalam pelestarian Candi Prambanan saat ini bukan terletak pada tiga candi utama yang telah selesai direvitalisasi, melainkan pada ratusan Candi Perwara yang mengelilinginya.

“Ada seperempat bagian dari Candi Prambanan yang memang yang namanya Perwara, itu candi-candi kecilnya itu belum kita revitalisasi. Dari dua ratusan itu baru enam yang kita revitalisasi. Kalau tiga candi besarnya sudah, sudah semua,” ungkapnya.

Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif India untuk turut serta dalam pelestarian warisan budaya ini. Keterlibatan India dianggap relevan mengingat Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan memiliki ikatan historis yang kuat dengan peradaban India.

“Jadi kita tentu menyambut baik ya keinginan dari pihak India juga untuk mendukung kita merevitalisasi candi-candi Hindu, dalam hal ini khususnya adalah Candi Prambanan,” ujar Fadli.

Namun, pemerintah belum dapat mengumumkan besaran investasi atau anggaran yang akan dialokasikan untuk proyek tersebut. Fadli menjelaskan bahwa pihak India masih dalam tahap kajian teknis untuk menentukan bentuk dukungan yang akan diberikan.

“Belum, mereka masih mau mengkaji,” katanya saat ditanya mengenai nilai kesepakatan kerja sama.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia telah lebih dulu melakukan revitalisasi pada sejumlah candi lain di kawasan tersebut, seperti Candi Plaosan, Candi Sewu, dan Candi Mendut.

“Tapi kita sendiri kan sudah melakukan sejumlah revitalisasi cukup banyak di Candi Plaosan, sebentar lagi Candi Sewu, Candi Mendut ya, dan yang lain-lain. Tapi khusus Prambanan, mereka sangat tertarik karena ini merupakan salah satu candi Hindu terbesar ya yang ada gitu ya dengan tiga candi utama dan dua ratusan Perwara,” ucapnya.

Fadli juga mengakui bahwa perkiraan kebutuhan anggaran untuk revitalisasi Candi Prambanan cukup besar. Saat ini, pemerintah masih dalam proses penghitungan yang mendalam, mempertimbangkan aspek teknis konservasi, termasuk ketersediaan batu asli dan detail ukiran yang telah berusia lebih dari seribu tahun.

“Ya memang cukup besar. Tapi kita belum tahu angka-angkanya, masih terus kita kita apa, kaji terutama ketersediaan nanti batu-batu dan ukiran-ukiran yang ada,” katanya.

Ia menilai pengalaman India dalam konservasi candi-candi Hindu akan menjadi aset berharga yang dapat mempercepat proses revitalisasi Candi Prambanan.

“Karena ini kan sudah lebih dari seribu tahun dari abad ke-9 ya, dan tentu dengan expertise juga dari mereka terhadap candi Hindu, saya kira ini akan membantu kita untuk mempercepat proses revitalisasi. Kita sih inginnya harapannya cepat,” ujar Fadli.

Saat ini, kedua negara sedang mematangkan mekanisme kerja sama melalui diskusi tim teknis. Pertemuan lanjutan dijadwalkan dalam waktu dekat untuk menentukan ruang lingkup kolaborasi yang lebih spesifik.

“Iya, iya. Artinya dari sana berapa, berapa paling banyak yang akan kerja sama? Ini sudah ketemu di awal timnya, tapi akan ketemu lagi nanti dalam waktu dekat,” katanya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Narendra Modi telah mengumumkan bahwa ia bersama Presiden Prabowo Subianto akan secara resmi meluncurkan proyek konservasi Candi Prambanan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.

Menurut Modi, Candi Prambanan, yang telah berdiri lebih dari seribu tahun, merupakan representasi kuat dari warisan budaya bersama antara India dan Indonesia, yang mencerminkan hubungan peradaban kedua negara selama lebih dari satu milenium.