Aksi Saling Serang Mahasiswa dan Pengemudi Ojek Online di UMI Makassar, 108 Orang Diamankan Polisi

by -6 Views
Aksi Saling Serang Mahasiswa dan Pengemudi Ojek Online di UMI Makassar, 108 Orang Diamankan Polisi

KabarDermayu.com – Insiden bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan pengemudi ojek online (ojol) yang terjadi pada Jumat, 25 April 2026 malam, berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian. Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi Arya Perdana, menyatakan bahwa penanganan situasi dilakukan secara profesional.

Peristiwa ini bermula saat mahasiswa UMI menggelar unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Amarah (Amarah) Makassar Berdarah. Aksi tersebut berujung pada pemblokiran jalan protokol Urip Sumoharjo yang berlangsung cukup lama. Durasi pemblokiran yang signifikan ini menimbulkan kemacetan parah di area tersebut.

Kondisi kemacetan yang panjang tersebut diduga memicu emosi para pengendara, termasuk pengemudi ojek online. Terjadi gesekan antara mahasiswa dan pengemudi ojol saat proses pemblokiran jalan berlangsung. Situasi semakin memanas ketika para pengemudi ojol tersebut masuk ke dalam area kampus UMI.

Menurut keterangan Kapolrestabes, perseteruan antara mahasiswa dan ojol terjadi di dalam kampus setelah seluruh mahasiswa kembali ke dalam. Massa ojol yang terpancing emosi bahkan merusak pintu gerbang kampus untuk mengejar mahasiswa.

Melihat situasi yang kian tidak terkendali, pihak kepolisian segera bertindak. Aparat mengamankan lokasi dengan meminta massa untuk tidak bertindak anarkis. Polisi kemudian menyisir masuk ke dalam kampus dan berhasil mengamankan seratusan mahasiswa.

Total sebanyak 108 mahasiswa diamankan di dalam kampus. Pihak kepolisian juga memberikan pengarahan kepada para mahasiswa yang diamankan, didampingi oleh Wakil Rektor UMI. Tujuannya adalah untuk menjaga kondusivitas dan mencegah potensi bentrokan susulan.

Baca juga di sini: Peristiwa Asusila di SMP Anjatan Gegerkan Indramayu, Disdik Turun Tangan Lindungi Korban

Untuk memastikan keamanan lebih lanjut, ratusan mahasiswa tersebut rencananya akan dibawa ke Kantor Polrestabes Makassar untuk diamankan sementara. Langkah ini diambil karena massa ojol masih berkumpul di depan kampus, sehingga dikhawatirkan akan terjadi gesekan kembali jika mahasiswa keluar begitu saja.

Kapolres menjelaskan bahwa keputusan membawa mahasiswa ke polres adalah untuk menghindari potensi bentrokan atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi lagi. Sementara itu, massa dari pihak ojol dilaporkan telah membubarkan diri.

Seluruh mahasiswa yang sebelumnya diamankan di Kantor Polrestabes Makassar telah dipulangkan pada Sabtu, 25 April 2026, sekitar pukul 05.30 WITA. Mereka dilaporkan dalam kondisi sehat dan baik. Selama berada di polrestabes, tidak ada tindakan intimidasi maupun perlakuan tidak menyenangkan yang dialami oleh para mahasiswa.

Kapolrestabes menegaskan bahwa semua mahasiswa diperlakukan dengan baik selama proses pengamanan dan pemeriksaan. Mengenai adanya video viral yang menyebutkan keterlibatan anggota TNI, Kapolrestabes membantah keras. Ia menyatakan tidak ada anggota TNI atau oknum TNI yang diamankan terkait insiden tersebut.

Semua individu yang dibawa ke polres adalah mahasiswa. Setelah dilakukan pendalaman dan profiling, termasuk pemeriksaan KTP, dipastikan bahwa mereka adalah pelajar. Kapolrestabes sendiri berada di lokasi kejadian dan tidak menerima laporan mengenai adanya anggota TNI.

No More Posts Available.

No more pages to load.