KabarDermayu.com – Presenter Andre Taulany merasa tidak nyaman karena terus dikaitkan dengan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan mantan istrinya, Rien Wartia Trigina atau yang akrab disapa Erin.
Andre menegaskan bahwa dirinya sudah tidak memiliki urusan apapun dengan kasus tersebut. Ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar publik tidak salah paham dan namanya tidak terus terseret dalam pemberitaan negatif.
“Nggak usah nanya-nanya gua nggak ada urusan sama gua,” ujar Andre Taulany seperti dikutip dari sebuah tayangan YouTube pada Selasa, 4 Mei 2026. Pernyataan ini disampaikan Andre dengan nada tegas untuk mengakhiri spekulasi yang beredar.
Baca juga: Pelatihan Bahasa Inggris untuk Warga dan Pelajar Papua Barat Daya
Lebih lanjut, Andre Taulany juga menyoroti penggunaan nama keluarganya dalam pemberitaan terkait kasus tersebut. Ia meminta agar nama “Taulany” tidak lagi dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat negatif.
Menurut Andre, nama keluarganya merepresentasikan hal-hal yang baik. Ia menyebutkan nama anak-anaknya, Ardio Taulany dan Arkenzi Taulany, serta Arlova Taulany, dan dirinya sendiri, Andre Taulany. Ia juga menyertakan “Taulany TV” sebagai bagian dari representasi nama baik tersebut.
“Plis kalo pemberitaan jangan bawa-bawa nama Taulany. Taulany itu isinya orang-orang baik,” tegas Andre. Ia ingin nama keluarganya dijaga dari asosiasi negatif yang tidak relevan.
Di tengah isu yang tengah berkembang, Andre Taulany juga memberikan klarifikasi penting mengenai hubungannya dengan para asisten rumah tangga (ART) yang bekerja di kediamannya. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang.
“Gue mah baik sama ART. ART gue mah gue sayang-sayang semua,” ungkap Andre, menekankan sikap positifnya terhadap para pekerjanya.
Andre Taulany menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk bersikap lebih bijak dalam menyikapi setiap persoalan yang muncul. Ia menekankan pentingnya melakukan introspeksi diri serta saling memaafkan.
Tujuannya adalah agar konflik tidak terus berlarut dan tercipta kedamaian. “Tabayyun, saling bermuhasabah diri, ya saling memaafkan tidak boleh lagi terjadi di kemudian hari gitu aja damai-damai aja hidup nggak suah banyak-banyak drama,” tandasnya. Ia berharap tercipta suasana yang lebih harmonis dan minim drama.





