KabarDermayu.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 2026 dinilai sebagai momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pekerja.
Anggota Komisi VII DPR RI, Mujakkir Zuhri, menekankan bahwa May Day bukan sekadar hari libur. Momen ini memiliki makna mendalam sebagai pengingat akan kontribusi buruh yang menggerakkan roda peradaban.
Di Indonesia, peringatan ini menjadi sarana krusial untuk mengevaluasi sejauh mana peringatan Hari Buruh berkontribusi dalam mewujudkan negara kesejahteraan atau welfare state.
Mujakkir menyatakan bahwa pembangunan bangsa dan negara merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak. Para buruh memiliki peran sentral dalam proses ini.
Ia mengapresiasi upaya Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai telah merangkul dan mendengarkan aspirasi para buruh.
Presiden Prabowo Subianto tercatat hadir dalam peringatan May Day pada tahun 2025 dan dikabarkan kembali hadir pada peringatan tahun 2026 ini.
Menurut Mujakkir, sinergi positif yang ditunjukkan oleh pemerintah saat ini perlu terus dijaga demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Ia mencontohkan daerah pemilihan (dapil) yang menjadi wilayah kerjanya, yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Kemajuan di daerah tersebut tak lepas dari kontribusi para buruh dan hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah.
Mujakkir berharap para buruh dapat merasakan peningkatan kesejahteraan yang lebih baik di masa mendatang.
Jika melihat sepuluh tahun ke belakang, terdapat tren kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) secara nominal. Dari kisaran Rp 3,1 juta pada tahun 2016, angka tersebut diharapkan terus membaik hingga mencapai sekitar Rp 5,3 juta pada tahun 2026.
Ia berharap di tengah kondisi geopolitik saat ini, peningkatan kesejahteraan buruh dapat terjadi secara signifikan.
Mujakkir juga mengapresiasi pidato Presiden Prabowo di hadapan ribuan buruh di Monas, yang di dalamnya terdapat janji untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja.
Kehadiran presiden dalam acara tersebut merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk rakyat, termasuk para buruh.
Perayaan May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas) dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan diperkirakan diikuti oleh sekitar 200.000 buruh.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menjanjikan program kepemilikan rumah bagi kalangan buruh dengan skema cicilan jangka panjang hingga 40 tahun. Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah akses hunian yang terjangkau bagi para pekerja.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Prabowo menegaskan bahwa skema pembiayaan akan dirancang agar buruh dapat beralih dari status penyewa menjadi pemilik rumah. Sebagian dari penghasilan yang sebelumnya dialokasikan untuk biaya kontrak akan dialihkan untuk pembayaran cicilan rumah.
“Dari yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi, itu untuk mencicil rumahmu sendiri,” ujar Presiden Prabowo di hadapan ribuan buruh.
Ia menjelaskan bahwa tenor cicilan akan dibuat fleksibel sesuai dengan kemampuan masyarakat. Rentang waktu pembayaran akan dimulai dari 20 tahun hingga maksimal 40 tahun, guna memastikan keterjangkauan bagi berbagai kelompok pendapatan.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti tingginya suku bunga kredit yang masih membebani masyarakat kecil. Oleh karena itu, pemerintah akan mendorong perbankan, khususnya bank milik negara, untuk menyalurkan kredit dengan bunga rendah.
“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat, maksimal 5 persen per tahun,” tegasnya.
Baca juga di sini: Polisi Periksa 31 Saksi Kecelakaan Kereta Api
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mengurangi beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama di tengah tekanan biaya hidup yang masih tinggi.





