Polisi Periksa 31 Saksi Kecelakaan Kereta Api

oleh -7 Dilihat
Polisi Periksa 31 Saksi Kecelakaan Kereta Api

KabarDermayu.com – Kepolisian Daerah Metro Jaya terus mendalami insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada hari Senin lalu.

Hingga kini, sebanyak 31 orang saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi peristiwa tragis tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa penanganan kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan. Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya ditugaskan untuk menyelidiki lebih lanjut.

Saksi-saksi yang diperiksa meliputi pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu perlintasan, warga sekitar lokasi kejadian, para korban, petugas operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta pihak-pihak lain yang memiliki informasi langsung mengenai peristiwa tersebut.

Langkah selanjutnya, penyidik akan meminta keterangan dari instansi terkait seperti Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Tujuannya adalah untuk melengkapi seluruh rangkaian penyidikan dan mendapatkan gambaran peristiwa yang utuh serta objektif.

Sejauh ini, tim penyidik telah melakukan berbagai upaya, termasuk pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan barang bukti, analisis rekaman CCTV, koordinasi dengan rumah sakit terkait penanganan korban, serta permintaan visum dan pemeriksaan saksi-saksi.

Baca juga di sini: Jessica Iskandar Ungkap Pengalaman Mengerikan di Rumahnya

Kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (27/4) malam itu merenggut nyawa 16 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Penyebab awal insiden ini adalah mogoknya sebuah taksi merek Green dengan nomor polisi SM di tengah perlintasan sebidang akibat gangguan pada sistem kelistrikan.

Mobil taksi tersebut kemudian ditabrak oleh KRL yang melintas.

Akibat dari tabrakan pertama tersebut, satu rangkaian KRL yang sedang dalam perjalanan menuju Cikarang terpaksa berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur.

Dalam kondisi berhenti itulah, rangkaian KRL tersebut ditabrak dari belakang oleh Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Tabrakan kedua ini menyebabkan gerbong belakang, khususnya yang diperuntukkan bagi wanita, mengalami kerusakan parah dan menjadi titik jatuhnya banyak korban jiwa.