KabarDermayu.com – Pemerintah pusat telah mengambil langkah strategis untuk mempercepat reaktivasi operasional Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. Bandara yang sempat tidak melayani penerbangan komersial ini dijadwalkan kembali beroperasi mulai Agustus 2026, lebih awal dari rencana semula yang dipatok pada September 2026.
Keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi udara yang lebih efisien di wilayah Jawa Barat. Selain melayani rute domestik, bandara ini juga direncanakan akan melayani penerbangan internasional untuk skala regional.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan hasil kolaborasi dan kesepakatan antara pemerintah pusat serta pemerintah daerah. Dudy menegaskan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Terminal Leuwipanjang, Bandung, pada Rabu, 22 Juli 2026.
“Pemerintah pusat bersama dengan pemerintah daerah bersepakat untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk melayani penerbangan,” ujar Dudy dalam pernyataannya.
Dalam rencana operasionalnya, Kementerian Perhubungan telah memproses perizinan untuk sekitar 20 hingga 24 rute penerbangan domestik. Pemerintah juga telah merespons usulan dari pihak daerah agar bandara tersebut dapat membuka layanan penerbangan internasional bagi kawasan regional.
Untuk memastikan kelancaran operasional, pengelolaan Bandara Husein nantinya akan diserahkan kepada BUMN PT Angkasa Pura (InJourney). Peran BUMN ini sangat krusial dalam mendukung seluruh aspek teknis dan pelayanan penerbangan di bandara tersebut.
Saat ini, fokus utama pemerintah adalah melakukan pembenahan infrastruktur secara menyeluruh. Pemeriksaan detail terhadap semua fasilitas pendukung terus dilakukan guna memastikan standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang terpenuhi sebelum bandara resmi dibuka kembali pada Agustus mendatang.
Dudy menambahkan bahwa percepatan ini dilakukan demi memastikan kesiapan infrastruktur dalam menyambut mobilitas penumpang yang diprediksi akan meningkat. “Kami ingin memastikan bahwa sebelum pengoperasian, rencananya Agustus kalau saya tidak salah, maju dari bulan September, bahwa Bandara Husein sudah betul-betul siap infrastrukturnya,” jelasnya.
Selain persiapan dari sisi pusat, Pemerintah Kota Bandung juga turut ambil bagian dalam mendukung proses reaktivasi ini. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima mandat untuk melakukan penataan infrastruktur di area sekitar bandara.
Upaya yang dilakukan oleh Pemkot Bandung mencakup berbagai aspek pembenahan, di antaranya:
- Perbaikan akses jalan menuju bandara agar arus lalu lintas lebih lancar.
- Pembersihan lingkungan sekitar kawasan bandara untuk menciptakan suasana yang bersih.
- Penataan titik-titik strategis menuju pintu masuk Kota Bandung agar memberikan kesan positif bagi para pendatang.
Menurut Farhan, penataan ini merupakan instruksi langsung agar fasilitas publik yang berdekatan dengan akses masuk kota tetap terjaga keindahan dan kebersihannya. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak psikologis yang baik bagi penumpang yang baru mendarat di Bandung.
“Kami kan kebagian untuk perbaikan infrastruktur di sekelilingnya. Pokoknya kalau persiapan dari sisi Kota Bandung, pesan dari Pak Gubernur tadi adalah jaga kebersihan dan keindahan. Jadi, begitu keluar bandara, orang senang,” tutup Farhan.





