KabarDermayu.com – Kebiasaan memegang setir mobil yang sudah lama dilakukan oleh banyak pengemudi kini perlu ditinjau ulang seiring dengan perkembangan teknologi otomotif modern.
Cara menggenggam setir tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan berkendara, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan sistem keselamatan pasif kendaraan, terutama kantung udara atau airbag.
Banyak pengemudi yang belum menyadari bahwa posisi tangan yang keliru saat memegang setir dapat berpotensi meningkatkan risiko cedera ketika airbag mengembang saat terjadi kecelakaan.
Menurut standar berkendara modern yang dikeluarkan oleh Korlantas Polri, posisi tangan yang paling direkomendasikan saat memegang setir adalah pada posisi jam 9 dan 3. Posisi ini dianggap paling aman karena menjaga tangan tetap berada di luar area kerja pengembangan airbag.
Posisi jam 9 dan 3 ini lebih disukai dibandingkan dengan posisi lama seperti jam 10 dan 2. Penggunaan posisi jam 10 dan 2 dinilai lebih berisiko.
Saat terjadi benturan yang memicu pengembangan airbag, posisi tangan di jam 10 dan 2 dapat terdorong ke arah wajah pengemudi, sehingga berpotensi menyebabkan cedera.
Selain posisi, cara menggenggam setir juga memegang peranan penting dalam menjaga keamanan dan kontrol kendaraan.
Pengemudi disarankan untuk memegang setir dengan rileks namun tetap mantap. Genggaman yang tepat akan memungkinkan pengemudi untuk merespons berbagai kondisi jalan dengan sigap tanpa kehilangan kendali atas kendaraan.
Genggaman yang terlalu kaku dapat membatasi kelincahan pengemudi saat melakukan manuver, sementara genggaman yang terlalu longgar dapat menimbulkan risiko saat menghadapi situasi darurat.
Oleh karena itu, keseimbangan dalam menggenggam setir menjadi kunci utama untuk memastikan kendaraan tetap stabil saat dikendalikan.
Teknik memutar setir juga merupakan aspek krusial dalam menjaga keselamatan berkendara.
Metode “dorong dan tarik” atau push-pull lebih dianjurkan dalam teknik memutar setir. Teknik ini memastikan posisi tangan tidak menyilang dan tetap berada di area aman dari pengembangan airbag.
Dengan menguasai teknik push-pull, pengemudi dapat mengontrol arah kendaraan dengan presisi tanpa harus mengorbankan aspek keselamatan diri.
Setelah selesai berbelok, penting bagi pengemudi untuk mengembalikan tangan ke posisi awal. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesiapan dalam menghadapi kondisi jalan selanjutnya yang mungkin memerlukan respons cepat.
Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari oleh pengemudi antara lain adalah menyetir hanya dengan satu tangan atau meletakkan tangan di bagian atas setir.
Posisi-posisi tersebut membuat tangan berada lebih dekat dengan area kerja airbag, sehingga meningkatkan risiko cedera saat terjadi benturan mendadak.
Memahami dan menerapkan cara memegang setir yang benar kini menjadi bagian integral dari adaptasi terhadap teknologi kendaraan modern.
Baca juga di sini: Barcelona Juara Laliga Jika Real Madrid Gagal Menang
Dengan mengadopsi posisi dan teknik menggenggam setir yang tepat, pengemudi tidak hanya dapat meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga mendapatkan perlindungan tambahan dari potensi risiko saat sistem keselamatan aktif kendaraan bekerja.





