Gubernur Kaltim: ‘Saya Nyetir Sendirian’ Usai Dikritik Kursi Pijat Rp 125 Juta

by -7 Views
Gubernur Kaltim: 'Saya Nyetir Sendirian' Usai Dikritik Kursi Pijat Rp 125 Juta

KabarDermayu.com – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, kembali menjadi sorotan publik menyusul adanya kritik terkait pengadaan barang mewah untuk menunjang aktivitasnya sebagai kepala daerah.

Sebelumnya, Rudy Mas’ud telah menuai komentar negatif terkait renovasi rumah dinas senilai Rp 25 miliar dan pengadaan mobil dinas seharga Rp 8,5 miliar. Kini, isu yang beredar adalah pengadaan kursi pijat dengan nilai fantastis mencapai Rp 125 juta.

Menanggapi hal tersebut, Rudy Mas’ud memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa dirinya kerap mengemudikan mobil dinas sendiri saat menjalankan tugasnya, terutama dalam perjalanan jarak jauh yang memakan waktu tempuh ribuan kilometer. Kondisi ini, menurutnya, membuat keberadaan kursi pijat menjadi penting untuk membantu memulihkan kondisi fisik yang lelah.

“Kursi pijat ada, kursi pijat memang diberikan di situ. Kasihan Gubernurnya jalan bawa mobil sendiri dengan perjalanannya ribuan kilo. Kami kalau jalan sebenarnya nggak pernah ke publish, matahari belum terbit kami jalan. Matahari sudah tenggelam, kami belum sampai. Bawa sendiri lagi mobilnya,” ungkap Rudy Mas’ud seperti dikutip dari sebuah saluran YouTube pada Minggu, 26 April 2026.

Ia menambahkan bahwa para pegawainya merasa iba melihat kondisi kerjanya. Terkadang, ia juga merasa kesepian saat berada di rumah tanpa ada yang menemani.

“Mungkin jadi teman-teman itu mungkin kasihan dengan kami. Kedua terkadang saya sendiri di rumah tak ada yang temani,” jelasnya lebih lanjut.

Rudy Mas’ud menegaskan bahwa pengadaan fasilitas kursi pijat ini bukanlah sesuatu yang mendadak. Anggaran untuk pengadaan tersebut telah masuk dalam perencanaan resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk periode anggaran 2024-2025.

“Itu adalah anggaran tahun 2024-2025,” tegasnya.

Gubernur berharap agar masyarakat dapat memahami situasinya dan memberikan dukungan doa, bukan justru melontarkan komentar negatif.

“Nah ini supaya masyarakatnya ini masa pemimpinnya harusnya didoakan bukan dibully. Gimana caranya? Nah ini tugas kawan-kawan wartawan inilah ya harusnya apapun sampaikanlah walaupun pahit sampaikan saja,” harapnya.

Aksi Demonstrasi Masyarakat Kaltim

Sebelumnya, pada Senin, 21 April 2026, Kalimantan Timur sempat diguncang aksi demonstrasi besar-besaran yang menyoroti dugaan penggelembungan belanja daerah.

Menyikapi demonstrasi tersebut, Rudy Mas’ud memberikan keterangan resminya. Dalam pernyataannya, ia tidak menyampaikan permintaan maaf, melainkan mengapresiasi aspirasi publik dan menyinggung mengenai arah masa depan Kalimantan Timur.

Rudy menyampaikan rasa terima kasih kepada para mahasiswa, masyarakat, serta aparat keamanan yang dinilai telah berhasil menjaga situasi tetap kondusif hingga aksi demonstrasi berakhir. Ia juga memandang masukan dari publik sebagai elemen penting dalam proses evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Baca juga di sini: Orang Tua Tergiur Harga Murah di Daycare Little Aresha Jogja Meski Punya Firasat Buruk

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, serta TNI-Polri yang telah menjaga situasi keamanan hingga berakhirnya penyampaian aspirasi,” ujar Rudy di Samarinda, dikutip dari Antara pada Sabtu, 25 April 2026.

No More Posts Available.

No more pages to load.