Gunakan Dana Pribadi Rp340 Juta, Anggota DPR Rajiv Bantu Program Bedah Rumah Warga

oleh -4 Dilihat
Gunakan Dana Pribadi Rp340 Juta, Anggota DPR Rajiv Bantu Program Bedah Rumah Warga

KabarDermayu.com – Anggota DPR RI, Rajiv, menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bandung dengan memberikan bantuan dana pribadi sebesar Rp340 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kualitas pembangunan 17 unit rumah yang menjadi bagian dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Melalui tambahan dana sebesar Rp20 juta untuk setiap rumah, Rajiv berharap masyarakat penerima manfaat dapat memiliki hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga lebih kokoh, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.

Komitmen ini disampaikan Rajiv saat ia meninjau langsung pelaksanaan program BSPS di Desa Cilampeni, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Peninjauan tersebut dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, serta Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, beserta jajaran pemerintah pusat dan daerah lainnya.

Bagi Rajiv, memiliki rumah yang layak huni merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak signifikan pada kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, ia merasa perlu memastikan bahwa bantuan dari pemerintah mampu memberikan hasil yang optimal dan tahan lama bagi warga.

“Melihat kebahagiaan masyarakat penerima manfaat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa rumah yang layak bukan hanya sekadar bangunan fisik. Rumah yang baik dapat menghadirkan rasa aman, kenyamanan, dan harapan baru bagi sebuah keluarga,” ungkap Rajiv dalam keterangannya, Minggu, 26 Juli 2026.

Politisi dari Fraksi Partai Nasdem ini menjelaskan bahwa keputusan untuk merogoh kocek pribadi adalah bentuk dukungan tambahan di luar skema bantuan pemerintah yang sudah ada. Ia ingin memastikan kualitas material dan konstruksi rumah benar-benar memenuhi standar terbaik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II, Rajiv menegaskan bahwa peran anggota DPR RI melampaui sekadar menyerap aspirasi atau menyusun regulasi. Ia memandang tugasnya mencakup tanggung jawab untuk mengawal setiap program pemerintah agar tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Merujuk pada data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kabupaten Bandung mendapatkan alokasi 3.235 unit rumah BSPS pada tahun 2026 yang tersebar di 196 desa dan 31 kecamatan. Angka ini mencatatkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 35 unit rumah.

Secara skala nasional, Jawa Barat kini memegang predikat sebagai provinsi dengan alokasi BSPS terbesar, yakni mencapai total 46.817 unit rumah. Rajiv menyambut positif peningkatan alokasi tersebut, namun ia tetap menekankan pentingnya pengawasan ketat di lapangan.

Menurutnya, besarnya jumlah bantuan harus dibarengi dengan integritas dalam pelaksanaan agar tidak terjadi penyimpangan. Ia berjanji akan terus memantau proses pembangunan agar kualitas hunian tetap terjaga sesuai dengan standar yang diharapkan.

Tidak hanya berfokus pada sektor perumahan, Rajiv juga berencana mendorong program pendukung lainnya, yakni program aspirasi budidaya tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini ditujukan bagi warga Desa Cilampeni dan sekitarnya guna membuka peluang usaha baru.

Rajiv optimistis bahwa inisiatif ini akan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Ia menekankan bahwa peningkatan kesejahteraan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

  • Rumah layak huni memberikan rasa aman dan kenyamanan dasar bagi keluarga.
  • Peluang usaha melalui budidaya tematik bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi.
  • Sinergi antara bantuan fisik dan pemberdayaan ekonomi menjadi kunci peningkatan taraf hidup masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Rajiv menegaskan bahwa rumah yang layak dan kemandirian ekonomi adalah dua hal yang harus diperjuangkan secara bersamaan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki tempat tinggal yang aman, tetapi juga memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.