Indonesia Bidik Enam Besar di Asian Games 2026 dengan Tim Loncat Indah

oleh -5 Dilihat
Indonesia Bidik Enam Besar di Asian Games 2026 dengan Tim Loncat Indah

KabarDermayu.com – Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mempersiapkan para atlet menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.

Meskipun kepastian resmi mengenai pengiriman kontingen dari pemerintah masih dalam proses, program pembinaan atlet dipastikan akan tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah, Ronaldy Herbintoro, menekankan bahwa proses persiapan atlet tidak boleh terhenti hanya karena kendala administratif.

Menurutnya, konsistensi dalam latihan adalah kunci utama untuk menjaga performa optimal para atlet di atas papan loncat.

“Kami punya prinsip, ada atau tidak ada pertandingan, atlet harus tetap siap. Latihan tidak boleh berhenti karena akan berdampak pada penurunan performa,” ujar Ronaldy saat ditemui di Jakarta pada Selasa.

Sebagai langkah konkret, hasil dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2026 yang sedang berlangsung di Stadion Akuatik GBK akan menjadi dasar utama dalam penyusunan daftar atlet potensial.

Federasi akan menggunakan data dari kejurnas tersebut untuk membuat sebuah long list atlet yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Nama-nama atlet andalan seperti Gladies Lariesa Garina Haga Kore dan Linar Betiliana, yang sebelumnya meraih medali perunggu di SEA Games 2025, masuk dalam radar proyeksi ini.

Fokus utama tim kepelatihan adalah memantau secara cermat perkembangan fisik dan teknik mereka.

Hal ini penting untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi persaingan yang semakin ketat di kancah internasional, khususnya di level benua Asia.

Ronaldy mengakui bahwa persaingan dengan negara-negara kuat seperti China, Jepang, dan Korea Selatan di Asian Games merupakan tantangan yang sangat berat.

Baca juga: WhatsApp Pamit dari HP Android Tertentu Mulai 8 September 2026

Namun, Indonesia tidak berputus asa dan telah menetapkan target yang realistis untuk mengukur kemajuan para atlet nasional.

“Kalau di Asian Games, kita masih cukup berat. Untuk bersaing di podium memang belum mudah, tapi untuk enam besar masih terbuka peluang,” tuturnya secara jujur.

Selain aspek teknis dan fisik, Ronaldy juga menyoroti pentingnya jam terbang internasional dalam membentuk mentalitas juara para atlet.

Ia meyakini bahwa secara fisik dan teknik, atlet Indonesia memiliki kemampuan bersaing yang mumpuni.

Namun, aspek psikologis yang krusial hanya dapat ditempa melalui pengalaman bertanding di atmosfer kompetisi yang tinggi.

“Mental itu harus dibentuk lewat pertandingan. Makin sering ikut kompetisi internasional, makin matang mental atlet,” tambahnya.

Pada gelaran Asian Games sebelumnya di Hangzhou, Indonesia hanya berhasil mengirimkan satu wakil, yaitu Gladies Lariesa.

Gladies berhasil menembus peringkat ke-8 di nomor 3 meter papan putri pada ajang tersebut.

Dengan persiapan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan kali ini, cabang olahraga loncat indah Indonesia berharap dapat meningkatkan daya saingnya.

Harapannya adalah mampu mencatatkan hasil yang lebih membanggakan di panggung olahraga terbesar se-Asia tersebut.