Indonesia Siap Investasi Besar di Sektor Kelautan, Kata Presiden Prabowo

oleh -4 Dilihat
Indonesia Siap Investasi Besar di Sektor Kelautan, Kata Presiden Prabowo

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pemerintahannya untuk menggenjot investasi di sektor ekonomi kelautan. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan global akan sumber protein hewani.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan laut yang melimpah. Potensi besar ini, menurutnya, tidak hanya patut disyukuri tetapi juga harus dioptimalkan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

“Dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein, karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” ujar Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Baca juga: Denon Prawiraatmadja Bagikan Aturan Bisnis Tak Terlihat dari Pengalaman Industri Strategis

Presiden menambahkan, “Kita harus bersyukur, dan kita harus sekarang besar-besaran investasi.”

Investasi dalam ekonomi kelautan, yang ia sebut sebagai blue economy, akan dimulai dengan memperkuat peran nelayan. Nelayan dipandang sebagai garda terdepan dalam sektor perikanan nasional. Salah satu wujud nyata dari upaya ini adalah melalui program KNMP, yang diharapkan mampu memperluas akses nelayan terhadap sarana dan prasarana perikanan yang memadai.

Pemerintah menargetkan sebanyak 1.386 KNMP dapat beroperasi di seluruh penjuru Indonesia pada tahun berjalan. Lebih lanjut, pembangunan desa nelayan akan terus dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya.

“Dan tahun depan, kita akan bangun lagi 1.000 (KNMP). Dan seterusnya, tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000, kita seluruh Indonesia punya 12.000 desa nelayan. Ini pekerjaan besar,” jelas Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga berencana mendistribusikan 1.582 unit kapal ikan. Skema pengelolaannya akan diserahkan sepenuhnya kepada koperasi nelayan, memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh para pelaku usaha perikanan lokal.

“Nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal besar. Kita ingin bukan kapal asing yang ambil ikan di laut kita, kita ingin rakyat kita yang mengambil,” tegasnya mengakhiri.