Ingatkan Jamaah Haji Bayar Dam Lewat Jalur Resmi, Kemenag Jelaskan Alasannya

oleh -4 Dilihat
Ingatkan Jamaah Haji Bayar Dam Lewat Jalur Resmi, Kemenag Jelaskan Alasannya

KabarDermayu.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh jamaah haji mengenai pembayaran dam. Imbauan ini menekankan pentingnya melaksanakan pembayaran dam melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dam sendiri merupakan denda yang wajib dibayarkan oleh jamaah haji. Kewajiban ini timbul apabila jamaah melakukan pelanggaran terhadap larangan-larangan haji atau meninggalkan salah satu kewajiban dalam rangkaian ibadah haji.

Moh. Hasan Afandi, Kepala Biro Humas Kemenhaj, menjelaskan lebih lanjut mengenai situasi ini. Beliau menegaskan bahwa kewajiban membayar dam berlaku bagi jamaah yang melaksanakan ibadah haji tamattu’.

Haji tamattu’ adalah jenis pelaksanaan ibadah haji di mana jamaah melakukan ibadah umrah terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah haji. Hal ini biasanya dilakukan oleh jamaah yang datang ke Tanah Suci pada waktu yang lebih awal dari pelaksanaan puncak ibadah haji.

Baca juga di sini: Maia Estianty Ungkap Fakta Lama Soal Kabar Perselingkuhan Ahmad Dhani dan Mulan Jameela

Hasan menekankan, “Jamaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar.” Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembayaran dam dilakukan secara sah dan tercatat dengan baik.

Lebih lanjut, Hasan Afandi melaporkan bahwa penyelenggaraan pelayanan ibadah haji hingga hari operasional ke-12 berjalan dengan lancar. Baik dalam hal pemberangkatan jamaah dari Indonesia, kedatangan mereka di Tanah Suci, maupun pergerakan jamaah dari Madinah menuju Makkah.

Menurut data yang dilaporkan hingga Jumat, 1 Mei 2026, sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Total jamaah yang telah berangkat mencapai 68.082 orang, didampingi oleh 697 petugas kloter.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 kloter yang terdiri dari 64.129 jamaah haji dan 657 petugas dilaporkan telah tiba di Kota Madinah. Sementara itu, 19 kloter lainnya, yang mencakup 7.387 jamaah haji dan 76 petugas, telah tiba di Kota Makkah.

Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah, petugas Kemenhaj disiagakan di seluruh titik layanan. “Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jamaah,” ujar Hasan Afandi.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan petugas kesehatan yang siap melayani jamaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci. Kemenhaj terus memantau kondisi kesehatan para jamaah.

Berdasarkan data terbaru dari Kemenhaj, tercatat ada 5.576 jamaah haji Indonesia yang menjalani rawat jalan. Sebanyak 105 orang dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia, dan 125 orang lainnya dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.

Saat ini, 39 jamaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi karena mengalami masalah kesehatan. Kemenhaj mengimbau seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga kesehatan mereka.

Jamaah haji Indonesia diingatkan untuk tidak membawa barang bawaan secara berlebihan, memperbanyak konsumsi air putih, mengatur waktu kunjungan ke masjid, serta menjaga stamina agar ibadah haji dapat terlaksana dengan optimal hingga selesai.

Apabila jamaah mengalami gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, mereka diimbau untuk segera melapor kepada petugas kesehatan terdekat. Pelaporan dini sangat penting untuk penanganan yang cepat dan tepat.