Mekkah Kembangkan Fasilitas Super untuk Jemaah Global: Bandara dan Metro Segera Hadir

oleh -5 Dilihat
Mekkah Kembangkan Fasilitas Super untuk Jemaah Global: Bandara dan Metro Segera Hadir

KabarDermayu.com – Kota suci Mekkah sedang bersiap untuk sebuah transformasi besar-besaran. Otoritas setempat telah mengonfirmasi rencana pembangunan bandara internasional khusus Mekkah dan sistem metro modern. Proyek ini merupakan bagian dari upaya ambisius untuk mengembangkan sektor transportasi dan infrastruktur di kota yang setiap tahunnya dikunjungi jutaan jemaah.

Saleh Al-Rasheed, CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci, mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Harvard Business Review bahwa persetujuan telah diperoleh untuk arah investasi strategis dan ekonomi. Tujuannya adalah untuk mengembangkan Bandara Makkah agar memenuhi standar global dan mampu melayani jutaan pengunjung.

Ia menambahkan bahwa Komisi akan berkolaborasi dengan sektor swasta untuk merancang model investasi yang tepat. Hal ini dilakukan agar tidak memengaruhi kelayakan operasional bandara di kota-kota tetangga.

Al-Rasheed juga menyatakan bahwa studi kelayakan dan desain awal untuk Metro Mekkah telah rampung. Lebih dari sekadar transportasi, Al-Rasheed menguraikan upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman bagi penduduk serta pengunjung. Fokusnya mencakup pengembangan perumahan, infrastruktur, dan layanan publik, dengan tetap memastikan keselarasan terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan target kinerja utama, yaitu meningkatkan tingkat kepuasan di kalangan penduduk dan pengunjung hingga mencapai 90,5% pada tahun 2025. Ini menunjukkan komitmen untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi semua pihak yang berada di Mekkah.

Baca juga di sini: Pasangan Penggoda Pemain Judi Online untuk Konten Pornografi, Raup Rp5 Miliar per Bulan

Mekkah Cerdas: Pengawasan Jemaah di Masjidil Haram dengan Kecerdasan Buatan

Salah satu inisiatif unggulan adalah program “Smart Mekkah”. Program ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau dan mengelola pergerakan kerumunan di area Masjidil Haram dan sekitarnya. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan selama musim ramai.

Inisiatif ini mencakup pengembangan sistem prediksi untuk arus kerumunan di Jembatan Jamarat dan zona pusat. Selain itu, pencitraan udara yang terintegrasi dengan aplikasi “Balady” akan digunakan untuk memperkaya pengalaman jemaah.

Al-Rasheed juga menyoroti peningkatan di sektor transportasi. Kemajuan terlihat pada sistem bus, taksi, dan transportasi terpandu. Peluncuran “Mekkah Taxi” menjadi salah satu terobosan, menampilkan armada kendaraan modern yang dilengkapi sistem pelacakan dan opsi pembayaran elektronik. Model listrik dan hibrida juga turut dihadirkan untuk mendukung keberlanjutan.

Jaringan bus Mekkah saat ini telah mengoperasikan 400 bus yang melayani 12 rute. Rute-rute ini mencakup sebagian besar wilayah perkotaan dan terhubung ke 430 halte, ditambah empat stasiun utama di area pusat. Sejak operasionalnya dimulai pada Februari 2022, layanan ini telah melayani lebih dari 185 juta penumpang, dengan catatan lebih dari 3,8 juta perjalanan yang berhasil diselesaikan.

Di tingkat infrastruktur, bagian-bagian krusial dari jalan lingkar pertama, kedua, dan ketiga telah selesai dibangun dan terhubung ke jalur utama menuju Masjidil Haram dan tempat-tempat suci. Ini termasuk Jalan Raja Abdulaziz dan Jalan Ibrahim Al-Khalil, serta peningkatan pada beberapa pintu masuk kota.

Proyek Transformasi Arafah dan Mina

Al-Rasheed mencatat adanya perluasan fasilitas layanan di sekitar Masjidil Haram. Peningkatan ini meliputi 60 bangunan perawatan dan 32 eskalator listrik. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kelancaran pelaksanaan ibadah Haji.

Proyek pembangunan juga mencakup peningkatan delapan lokasi di Arafat yang membentang seluas sekitar 190.000 meter persegi. Selain itu, dibangun pula tenda dua lantai dengan luas lebih dari 33.000 meter persegi. Pengembangan ini juga mencakup 10 menara hunian yang mampu menampung 27.000 jemaah, serta pembangunan rumah sakit darurat berkapasitas 200 tempat tidur di Mina.

Dalam upaya keberlanjutan, Komisi, melalui Perusahaan Pengembangan Kidana, telah menanam 20.000 pohon. Pengembangan kompleks siklus air juga dilakukan, bersamaan dengan penerapan jalur pejalan kaki berbayang dan berpendingin seluas lebih dari 285.000 meter persegi.

Ia menambahkan bahwa proyek pengelolaan limbah terpadu, yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian, telah menghasilkan penghematan lebih dari 310 juta riyal. Penghematan ini dicapai melalui peningkatan efisiensi jaringan air dan limbah.

Al-Rasheed menjelaskan bahwa perkembangan ini juga akan memberikan dorongan bagi sektor swasta. Salah satu contohnya adalah pembangunan stasiun Jamarat Barat, yang memungkinkan pelaksanaan Tawaf Al-Ifadah diselesaikan dalam waktu 20 menit dengan kapasitas 20.000 penumpang per jam. Bersamaan dengan itu, dikembangkan pula enam pasar umum baru dan dilakukan peningkatan pada tiga pasar yang sudah ada.

Komisi telah mengadopsi pendekatan komprehensif untuk mendefinisikan ulang area pusat kota. Ini meliputi peningkatan ruang pejalan kaki sebesar 127%, penambahan lebih dari 30.000 meter persegi area berbayang, serta peningkatan manajemen kerumunan untuk meminimalkan potensi kemacetan.