Jagoan Tinju Indonesia Tuai Pujian Meriah di Rusia

oleh -5 Dilihat
Jagoan Tinju Indonesia Tuai Pujian Meriah di Rusia

KabarDermayu.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari arena tinju internasional, yang melibatkan salah satu jagoan kebanggaan Indonesia, Daud Yordan. Saat bertarung di Rusia menghadapi petinju tuan rumah bernama Malikov, Daud Yordan berhasil mencuri perhatian dan kekaguman publik Rusia berkat sikap sportifnya.

Pertarungan yang kemudian dikenang sebagai duel legendaris ini, terjadi di Yekaterinburg, Rusia, pada tanggal 22 April 2018. Malikov bukanlah lawan sembarangan. Sebelum menghadapi Daud, ia memiliki rekor bertanding yang mengesankan, yaitu 13 kemenangan dengan 5 di antaranya diraih melalui KO.

Sejak ronde awal, duel ini berlangsung sengit dan terbuka. Kedua petinju saling melancarkan serangan, menunjukkan determinasi tinggi. Keringat dan bahkan darah terlihat mengucur di wajah kedua petarung akibat kerasnya pukulan. Namun, Daud Yordan menunjukkan keunggulannya. Pukulannya lebih akurat dan telak mengenai sasaran, baik di wajah maupun tubuh Malikov.

Memasuki ronde kedelapan, ketegangan di antara penonton tuan rumah memuncak. Malikov tak mampu lagi menahan gempuran Daud Yordan yang bertubi-tubi dan tepat mengarah ke ulu hatinya. Ia terjatuh. Meski berusaha bangkit, kerasnya pukulan Daud membuat Malikov tidak dalam kondisi siap untuk melanjutkan pertarungan hingga hitungan kesepuluh dari wasit.

Akhirnya, wasit menyatakan Daud Yordan sebagai pemenang dalam duel tersebut. Malikov, yang tidak mampu berdiri, harus ditandu keluar dari arena ring. Ini adalah momen kemenangan yang diraih Daud Yordan di tanah lawan.

Setelah dinyatakan menang, Daud Yordan melakukan selebrasi khasnya. Ia naik ke atas tali ring di sudutnya, mengangkat kedua tangan ke udara, sambil tersenyum tipis. Di sisi lain, Malikov masih terbaring di atas kanvas, meringis menahan sakit.

Namun, momen yang paling mengejutkan dan menyentuh pun terjadi. Setelah merayakan kemenangannya di hadapan ribuan penonton Rusia yang memadati stadion, Daud Yordan justru menghampiri Malikov yang telah berada di atas tandu. Dengan sikap yang penuh penghormatan, petinju yang kini telah berusia 33 tahun itu memeluk lawannya yang tak berdaya.

Baca juga: Anggota DPRD Jember Dikecam Main Game dan Merokok Saat Rapat Stunting

Aksi spontan dan penuh empati dari Daud Yordan ini sontak membuat seluruh penonton di stadion yang tadinya sempat hening, kini memberikan tepuk tangan meriah untuknya. Sambutan luar biasa dari publik Rusia itu dibalas oleh Daud dengan mengangkat tangannya, menunjukkan rasa terima kasihnya.

Daud Yordan memang dikenal sebagai salah satu petinju terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Bersama dengan legenda tinju lainnya, Chris John, Daud telah berhasil membawa nama Indonesia harum di kancah tinju dunia. Perjalanan kariernya dimulai pada 25 Agustus 2005, dan kemenangan pertamanya diraih melalui KO di ronde pertama melawan Anshori Anhar Pitulay.

Berdasarkan data dari Boxrec, Daud Yordan yang berkompetisi di kelas welter yunior atau ringan super, telah naik ring sebanyak 44 kali. Dari total penampilannya itu, ia berhasil meraih 40 kemenangan, di mana 28 di antaranya diraih melalui KO. Ia tercatat mengalami 4 kekalahan, satu di antaranya melalui KO.

Pertarungan terakhir Daud Yordan yang tercatat adalah pada September 2025. Dalam duel bertajuk “Laga di Khatulistiwa” yang digelar di GOR Terpadu Ayani, Pontianak, Kalimantan Barat, ia berhasil mengalahkan petinju asal Argentina, Herman Leandro. Kemenangan kembali diraih Daud melalui KO di ronde kesembilan.

Serangan agresif Daud Yordan di awal ronde kesembilan sukses membuat Hernan Carrizo tak berdaya. Kemenangan KO ini sekaligus memastikan Daud, yang dijuluki “The Boxing Senator”, berhasil mempertahankan gelarnya.

Melalui Kisah Legendaris, VIVA Sport ingin mengajak para pembaca untuk bernostalgia dan mengenang kembali berbagai cerita tak lekang oleh waktu dari dunia olahraga. Mulai dari rivalitas sengit antar atlet, perjuangan luar biasa para atlet, hingga momen-momen bersejarah yang telah mengubah lanskap olahraga.