Karhutla di Kalbar Memakan Korban Jiwa, Satu Warga Tewas

oleh -4 Dilihat
Karhutla di Kalbar Memakan Korban Jiwa, Satu Warga Tewas

KabarDermayu.com – Tragedi memilukan terjadi di tengah upaya penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sedang melanda wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi tragis akibat terjebak dalam kobaran api saat melintasi area yang terdampak asap tebal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, pada Rabu (1/8/2026), mengonfirmasi insiden tersebut. Berdasarkan keterangan otoritas setempat, korban diduga mencoba menerobos kepulan asap pekat saat hendak kembali ke rumahnya. Di tengah perjalanan, korban disinyalir mengalami pingsan akibat kekurangan oksigen (asfiksia) sebelum akhirnya api menyambar tubuhnya.

Selain merenggut satu nyawa, bencana karhutla ini juga menyebabkan seorang warga lanjut usia mengalami luka bakar serius. Korban luka tersebut telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dan saat ini sedang menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit dr. Agoesdjam, Ketapang.

Tantangan Medan dan Upaya Pemadaman

Hingga saat ini, situasi karhutla di Ketapang masih berada dalam status yang belum sepenuhnya terkendali. Tim gabungan telah dikerahkan sejak dini hari dan terus melakukan upaya pemadaman di berbagai titik api yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di wilayah tersebut.

Salah satu kawasan yang menjadi titik perhatian khusus adalah Desa Pelang. Estimasi luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut bahkan dilaporkan telah melampaui angka 40 hektare. Selain Desa Pelang, kawasan Bukit Gunung Skuri di Kecamatan Sungai Laur juga menjadi prioritas karena tingkat kerawanan yang tinggi.

Dalam upaya mempercepat proses penjinakan api, teknik water bombing kini mulai dioperasikan. Water bombing sendiri merupakan metode pemadaman api skala besar dari udara, di mana helikopter atau pesawat khusus digunakan untuk menjatuhkan air maupun cairan kimia penghambat api (flame retardant) ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Kendala utama di lapangan adalah sumber air yang sangat terbatas. Karena itu, operasi ‘water bombing’ sangat dibutuhkan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat. — Yunifar Purwantoro, Kepala BPBD Ketapang.

Harapan Penambahan Armada

Sulitnya akses air di lokasi kebakaran menjadi hambatan paling signifikan bagi personel di lapangan. Menanggapi kondisi tersebut, pihak BPBD Ketapang berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat segera menempatkan helikopter patroli serta armada water bombing secara permanen di Bandara Rahadi Oesman. Langkah ini dinilai krusial agar respons penanganan karhutla ke depannya dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Pemerintah daerah pun terus memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya, terutama di tengah kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api dengan cepat. Warga diminta untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas terdekat jika menemukan titik api baru guna mencegah meluasnya bencana yang lebih besar.