Kasus Paspor Pemain Timnas Indonesia Ancam Liga Belanda

oleh -5 Dilihat
Kasus Paspor Pemain Timnas Indonesia Ancam Liga Belanda

KabarDermayu.com – Sebuah masalah serius mengancam stabilitas kompetisi Liga Belanda. Polemik mengenai status paspor dan izin kerja pemain, yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Dean James, kini menjadi sorotan tajam.

Kasus ini berawal dari gugatan yang dilayangkan oleh klub NAC Breda. Dugaan pelanggaran izin kerja Dean James mencuat setelah kekalahan telak timnya dari Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026.

Status kewarganegaraan Dean James menjadi inti permasalahan. Pemain yang lahir di Belanda ini memilih untuk menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun lalu. Keputusan ini, sesuai dengan peraturan yang berlaku, menyebabkan dirinya kehilangan kewarganegaraan Belanda.

Isu ini pertama kali diungkapkan dalam sebuah podcast Belanda, “De Derde Helft”. Salah satu presenter, Rogier Jacobs, mengemukakan potensi Go Ahead Eagles memainkan pemain yang tidak memenuhi syarat.

Jacobs menjelaskan bahwa pemain Belanda dengan akar Indonesia dapat memilih untuk bermain bagi Indonesia dan mendapatkan paspor di sana. Namun, banyak pemain dan klub tidak menyadari bahwa dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan pelepasan kewarganegaraan Belanda.

Jika NAC Breda mengetahui hal ini dan mengajukan gugatan, pertandingan tersebut berpotensi dimenangkan oleh mereka. Pernyataan ini diperkuat oleh informasi dari seorang pengacara yang mengkhususkan diri dalam masalah ini, yang menyebutkan potensi masalah yang sangat besar.

Empat hari setelah pernyataan tersebut muncul, NAC Breda secara resmi mengajukan laporan kasus ini kepada KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda).

Polemik ini tidak hanya berpotensi melibatkan Dean James, tetapi juga diperkirakan berdampak pada sekitar 25 pemain lain dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Suriname, dan Cape Verde, yang terpengaruh oleh aturan kewarganegaraan ganda Belanda.

Kini, kasus ini telah memasuki proses hukum. Pada 28 April 2026, NAC Breda dan KNVB telah mempresentasikan argumen mereka di pengadilan Utrecht. Keputusan pengadilan dijadwalkan akan keluar pada 4 Mei 2026.

Pengacara KNVB, Michiel van Dijk, telah memperingatkan tentang konsekuensi besar jika gugatan tersebut dikabulkan. Laporan dari GiveMeSport menyebutkan bahwa KNVB bisa menghadapi mimpi buruk penjadwalan, dengan kemungkinan sekitar 133 pertandingan harus diulang.

Kekhawatiran ini semakin besar mengingat sejumlah klub besar seperti Ajax, Feyenoord, FC Volendam, dan Heracles Almelo dikabarkan siap mengajukan tuntutan serupa jika keputusan pengadilan berpihak pada NAC Breda.

Situasi ini menimbulkan kecemasan di kalangan federasi sepak bola Belanda. Direktur KNVB, Marianne van Leeuwen, mengakui potensi kekacauan besar yang dapat terjadi.

Van Leeuwen menyatakan bahwa situasi ini bisa berkembang ke banyak arah yang berbeda. KNVB meyakini hal ini akan menyebabkan kekacauan karena banyak klub lain kemungkinan akan mengajukan klaim serupa.

Jika pengadilan memutuskan untuk mendukung NAC Breda, klub-klub lain juga akan mengajukan pengaduan yang sama. Dalam skenario seperti itu, menyelesaikan musim kompetisi bisa menjadi hal yang tidak mungkin.

Baca juga di sini: Dugaan Pelecehan Seksual di KRL Terekam Video, Begini Kronologinya

Jika skenario terburuk terjadi, bukan hanya nasib Dean James yang dipertaruhkan, tetapi juga keberlangsungan seluruh musim Eredivisie.