Korsleting Listrik Picu Kebakaran Toko Gas di Pulogebang, Tidak Ada Korban Jiwa

oleh -3 Dilihat
Korsleting Listrik Picu Kebakaran Toko Gas di Pulogebang, Tidak Ada Korban Jiwa

KabarDermayu.com – Insiden kebakaran hebat melanda sebuah toko gas yang berlokasi di Komplek Eramas 2000, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam, 26 Juli 2026 tersebut diduga kuat dipicu oleh adanya Korsleting Listrik.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, memberikan konfirmasi terkait musibah tersebut pada Senin, 27 Juli 2026. Menurutnya, api melahap lapak dagang sekaligus satu unit mobil yang di dalamnya memuat tabung gas berukuran tiga kilogram.

Laporan mengenai kebakaran ini diterima pihak pemadam kebakaran dari seorang warga bernama Dedi yang mendatangi pos Wali Kota Jakarta Timur. Laporan tersebut masuk pada hari Minggu, 26 Juli 2026, tepatnya pukul 23.33 WIB.

Merespons laporan darurat tersebut, petugas segera bergerak cepat menuju titik lokasi kebakaran. Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan pertama kali pada pukul 23.34 WIB dan berhasil sampai di tempat kejadian perkara pada pukul 23.40 WIB untuk memulai proses pemadaman.

Guna menjinakkan si jago merah yang sempat membesar, otoritas terkait mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran beserta 55 personel diterjunkan ke lokasi untuk memastikan api tidak merembet lebih luas.

“Operasi pemadaman dimulai pukul 23.41 WIB. Api berhasil dilokalisir pada pukul 00.14 WIB, pendinginan dimulai pukul 00.30 WIB, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.49 WIB,” jelas Abdul Wahid.

Berdasarkan keterangan dari warga sekitar, api pertama kali terlihat muncul dari area toko gas tersebut. Intensitas api yang tinggi dengan cepat merambat dan menyambar bangunan lain yang berada tepat di sebelahnya.

Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah kebakaran yang terjadi di RT 013/RW 08, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung ini. Meski demikian, pihak berwenang saat ini masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung total kerugian materiil yang ditimbulkan.

Pihak Gulkarmat Jakarta Timur mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi gangguan kelistrikan di bangunan masing-masing, mengingat korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di area pemukiman padat penduduk.