KabarDermayu.com – Menjadi dokter masih dianggap sebagai salah satu profesi paling prestisius di Indonesia. Namun di balik citra tersebut, perjalanan karier tenaga medis ternyata tidak selalu identik dengan penghasilan fantastis sejak awal. Mulai dari masa internship dengan tunjangan terbatas hingga dokter spesialis senior dengan praktik padat, setiap jenjang memiliki tantangan dan tingkat pendapatan yang berbeda.
Perbedaan penghasilan dokter pada 2026 juga dipengaruhi banyak faktor, seperti lokasi praktik, status rumah sakit, spesialisasi, hingga jam kerja yang dijalani. Bahkan, tak sedikit dokter yang harus mengambil shift tambahan atau membuka praktik lain demi menambah pemasukan. Berikut gambaran terbaru kisaran gaji dokter di Indonesia sepanjang 2026.
1. Dokter Spesialis, Penghasilan Bisa Tembus Ratusan Juta
Dokter spesialis masih menjadi kelompok dengan potensi penghasilan tertinggi di dunia medis. Pendapatan mereka biasanya berasal dari gabungan gaji rumah sakit, biaya konsultasi, tindakan medis, operasi, hingga praktik pribadi.
Besaran penghasilan pun berbeda tergantung spesialisasi dan reputasi dokter. Untuk spesialis senior dengan pengalaman di atas 10 tahun, kisarannya antara lain:
- Spesialis Kandungan (Sp.OG): sekitar Rp25 juta hingga Rp100 juta per bulan
- Spesialis Bedah (Sp.B) dan Jantung (Sp.JP): sekitar Rp15 juta hingga Rp50 juta per bulan
- Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD): sekitar Rp20 juta hingga Rp80 juta per bulan
- Spesialis Mata (Sp.M): sekitar Rp14 juta hingga Rp65 juta per bulan
- Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK): sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan
- Spesialis Anak, Saraf, dan lainnya: sekitar Rp18 juta hingga Rp30 juta per bulan
Dokter spesialis di rumah sakit swasta besar bahkan bisa mengantongi lebih dari Rp100 juta per bulan apabila memiliki jadwal operasi padat dan praktik di beberapa tempat sekaligus.
2. Dokter Residen, Jam Kerja Berat dengan Tunjangan Terbatas
Meski sedang menempuh pendidikan spesialis, dokter residen belum otomatis mendapatkan penghasilan besar. Justru fase ini dikenal sangat berat karena tekanan akademik tinggi dan jadwal jaga yang padat.
Dokter residen umumnya memperoleh tunjangan pendidikan dari rumah sakit pendidikan atau program tertentu. Mengacu pada pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada 2024, rata-rata tunjangan dokter residen berada di angka Rp7,5 juta per bulan.
Hingga 2026, belum ada pembaruan resmi terkait kenaikan nominal tersebut. Padahal, banyak residen menjalani jam kerja hingga belasan jam sehari.
3. Dokter Umum, Gaji Stabil tapi Bergantung Tempat Praktik
Setelah menyelesaikan masa internship, dokter umum mulai dapat bekerja secara mandiri di rumah sakit, klinik, maupun membuka praktik pribadi. Di fase ini, penghasilan cenderung lebih stabil dibanding saat magang.
Dokter umum PNS atau PPPK biasanya memperoleh take home pay sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan, tergantung golongan dan lokasi penempatan berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 2024.
Sementara dokter umum di rumah sakit swasta atau klinik memiliki peluang penghasilan lebih besar. Rata-rata dokter umum swasta memperoleh Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan, bahkan bisa mencapai Rp10 juta lebih jika memiliki jam praktik padat.
Saat ini banyak dokter umum juga mulai menambah pemasukan lewat layanan konsultasi online, home care, hingga praktik mandiri.
4. Dokter Internship, Tahap Awal dengan Bantuan Biaya Hidup
Dokter internship merupakan dokter yang baru lulus pendidikan profesi dan wajib menjalani masa magang sebelum mendapat izin praktik penuh. Pada tahap ini, mereka menerima Bantuan Biaya Hidup (BBH), bukan gaji tetap.
Besaran BBH ditentukan berdasarkan wilayah penempatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/1952/2022.
Berikut kisarannya:
Baca juga: Purbaya: Keramaian CFD Jakarta Pertanda Ekonomi Baik
- Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK): sekitar Rp6,4 juta per bulan
- Maluku, NTT, Papua non-DTPK: sekitar Rp3,9 juta per bulan
- Kalimantan dan Sulawesi non-DTPK: sekitar Rp3,7 juta per bulan
- Sumatera dan NTB non-ibu kota provinsi: sekitar Rp3,4 juta per bulan
- Ibu kota provinsi Sumatera dan NTB: sekitar Rp3,2 juta per bulan
- Jawa dan Bali: sekitar Rp3,2 juta per bulan
Meski terlihat cukup, isu kesejahteraan dokter internship masih sering menjadi sorotan. Banyak dokter muda mengaku penghasilan tersebut belum sebanding dengan jam kerja panjang dan tingginya biaya hidup, terutama di kota besar.





