Pesan Guru Wildan untuk NU Berbasis Keilmuan Pesantren: Gus Salam Ungkap

by -7 Views
Pesan Guru Wildan untuk NU Berbasis Keilmuan Pesantren: Gus Salam Ungkap

KabarDermayu.com – KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam, melakukan kunjungan penting ke Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan (Kalsel), KH Muhammad Wildan Salman, atau yang lebih dikenal sebagai Guru Wildan. Kunjungan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2026.

Tujuan utama dari silaturahmi ini adalah untuk memohon doa restu, nasihat, serta bimbingan dari ulama NU dan tokoh pesantren. Gus Salam berikhtiar untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 mendatang.

Gus Salam menjelaskan bahwa kunjungannya ini merupakan bagian dari protokolnya. Ia selalu mendahulukan sowan kepada Rais Syuriyah dan kiai sepuh setempat ketika memasuki suatu wilayah untuk membangun kepercayaan para ketua PCNU. “Saya sudah sowan silaturahmi Guru Wildan,” ungkap Gus Salam dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 26 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Guru Wildan menyampaikan pesan yang sangat berharga bagi Gus Salam. Beliau menekankan pentingnya menjaga dan menjalankan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan berlandaskan pada keilmuan yang bersumber dari pesantren. Selain itu, akhlakul karimah atau budi pekerti yang luhur juga menjadi pilar utama yang harus dipegang teguh.

Pesan dari Guru Wildan ini sangat mendalam, mengingat keseharian beliau yang senantiasa mengajar kitab-kitab besar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pondasi keilmuan dan etika dalam setiap gerak langkah organisasi.

Lebih lanjut, Guru Wildan juga berpesan agar pengelolaan NU dilakukan dengan penuh rasa cinta dan saling mengasihi antar sesama. Gus Salam menyatakan bahwa beliau telah berpamitan dan memohon izin untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan jajaran PCNU se-Kalimantan Selatan. “Alhamdulillah, beliau juga mendoakan agar diberi kemudahan meraih cita-cita,” ujar Gus Salam.

Baca juga di sini: Ini Arti Sebenarnya Huruf "E" pada Tuas Transmisi Mobil Manual

Pada kesempatan yang sama, H. Aziz Ja’far, Ketua Pengurus Pusat IKAPMAM, menambahkan bahwa kehadiran Gus Salam dan rombongan juga diisi dengan kegiatan kajian kitab. Kajian tersebut mengulas tentang pola hidup yang baik sesuai ajaran Islam, dengan sentuhan tasawuf dan akhlak.

Kegiatan pengajian kitab ini diselenggarakan di Pesantren Raoudlotul Muta’allimin An-Nahdliyyah (RMA) Guntungmanggis, Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Pesantren ini diasuh oleh KH. Muhari, yang dikenal sebagai Guru Muha. Ratusan alumni, masyarakat, serta santri turut hadir, bahkan jajaran pengurus NU Cabang Banjar Baru, Kalsel, juga turut serta.

Aziz Ja’far menjelaskan bahwa dalam setiap pengajian kitab rutinnya, Kiai Abdussalam selalu menyisipkan pesan yang disertai dengan kisah-kisah inspiratif. Tujuannya adalah untuk mengingatkan para santri agar senantiasa terikat dengan para masyayikh pesantren. Selain itu, pesan ini juga ditujukan kepada seluruh warga dan pengurus NU agar tetap terikat dengan para muassis (pendiri) dan masyayikh sepuh NU.

Menurut H Aziz Ja’far, substansi dari kajian kitab yang disampaikan berujung pada pentingnya landasan pemahaman ruhani dalam menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari. Baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam beraktivitas usaha, keduanya merupakan kebutuhan esensial bagi manusia yang beragama.

Saat dimintai konfirmasi lebih lanjut, Gus Salam menegaskan bahwa pembentukan karakter dan pendidikan moral memegang peranan yang sangat krusial dalam kehidupan bermasyarakat, berorganisasi, khususnya dalam lingkungan NU, serta dalam kehidupan berbangsa.

Beliau menyatakan sikapnya sebagai seorang santri yang patuh terhadap arahan, perintah, dan nasihat para guru, kiai, serta masyayikh NU dan pesantren. “Ketika saya diperintah untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU melalui muktamar ke-35 nanti, saya akan menjalankannya dengan ‘sam’an wa tho’atan’ (mendengar dan taat),” pungkas Gus Salam.

No More Posts Available.

No more pages to load.