Potensi Calon Ketua Umum PBNU: Nasaruddin Umar, Gus Yahya, dan Said Aqil

oleh -4 Dilihat
Potensi Calon Ketua Umum PBNU: Nasaruddin Umar, Gus Yahya, dan Said Aqil

KabarDermayu.com – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke-35.

Ia merasa belum memenuhi syarat yang dibutuhkan untuk menduduki posisi tertinggi di organisasi tersebut. Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul pada Minggu, 10 Mei 2026.

Meskipun demikian, Gus Ipul menyebutkan beberapa nama yang dinilai memiliki potensi kuat untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang. Di antaranya adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU saat ini Yahya Cholil Staquf, dan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Menurut Gus Ipul, ketiga tokoh tersebut memiliki kualifikasi yang memadai, termasuk pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU. Jabatan ini dianggap sebagai salah satu syarat penting bagi calon ketua umum.

Ia menjelaskan bahwa Nasaruddin Umar pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU. Demikian pula dengan Yahya Cholil Staquf yang juga pernah memegang posisi tersebut sebelumnya.

KH Said Aqil Siradj pun dikabarkan pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU. Oleh karena itu, Gus Ipul menilai bahwa mereka semua memiliki potensi yang besar untuk memimpin PBNU.

Gus Ipul menekankan bahwa setiap individu yang memenuhi syarat dan kriteria yang telah ditetapkan berhak untuk mengajukan diri sebagai calon ketua umum. Keputusan akhir akan berada di tangan para peserta muktamar.

Baca juga: Kasus Campak Tinggi, Dokter Ingatkan Risiko Komplikasi Serius

Lebih lanjut, Gus Ipul memberikan jaminan bahwa proses penyelenggaraan Muktamar NU akan berjalan lancar tanpa adanya campur tangan politik dari pihak manapun. Ia menegaskan hal tersebut dengan tegas.

Ia juga meyakini bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muktamar NU yang akan diselenggarakan sesuai dengan mekanisme dan aturan organisasi.

Presiden, menurut Gus Ipul, akan sepenuhnya menyerahkan proses pemilihan pimpinan Nahdlatul Ulama kepada mekanisme yang berlaku di Muktamar.

Sebagai informasi, PBNU secara resmi telah menetapkan bahwa Muktamar ke-35 akan diselenggarakan pada tanggal 1 hingga 5 Agustus 2026. Sebelum muktamar, akan digelar Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes).

Kegiatan Munas Alim Ulama dan Konbes ini bertujuan untuk mempersiapkan berbagai materi dan pokok bahasan yang akan diajukan dalam Muktamar NU.

Pelaksanaan Munas dan Konbes dijadwalkan pada bulan Juni 2026.

tvOnenews/Aldi Herlanda