Prabowo Prediksi Perang Rusia-Ukraina Bisa Lebih Lama dari PD II

oleh -9 Dilihat
Prabowo Prediksi Perang Rusia-Ukraina Bisa Lebih Lama dari PD II

KabarDermayu.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melontarkan peringatan keras mengenai kondisi geopolitik global yang semakin tidak menentu. Dalam pandangannya, eskalasi konflik bersenjata yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan dan berisiko memicu dampak sistemik yang berkepanjangan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan kepada pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik pusat maupun daerah, di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat, 31 Juli 2026. Kepala Negara menegaskan bahwa peringatan akan bahaya situasi dunia ini sebenarnya sudah ia suarakan jauh sebelum dirinya resmi menjabat sebagai Presiden.

Salah satu sorotan utama dalam pidato tersebut adalah perang Rusia-Ukraina. Menurut analisis Prabowo, durasi konflik di Eropa Timur tersebut telah melampaui waktu berlangsungnya Perang Dunia I. Lebih jauh, ia memprediksi bahwa durasi perang tersebut berpotensi melampaui total waktu Perang Dunia II yang tercatat berlangsung sekitar empat setengah hingga lima tahun.

Sebagai catatan sejarah, Perang Dunia II dimulai pada September 1939 dan berakhir pada pertengahan Mei 1945. Sementara itu, konflik Rusia-Ukraina yang pecah pada tahun 2022 kini telah memasuki tahun keempat perjalanannya, yakni tahun 2026. Prabowo menekankan bahwa ketidakpastian ini menciptakan ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi dunia, terutama terkait dengan ketahanan pangan dan harga energi global.

“Jutaan korban jiwa telah jatuh, dan kita kini menyadari sepenuhnya bahwa perang di satu sisi bumi berdampak luas pada harga pangan, BBM, dan komoditas strategis lainnya,” ungkap Presiden dalam arahannya.

Selain konflik di Eropa, Prabowo juga menyoroti titik-titik panas lain yang mengancam stabilitas global, termasuk ketegangan di Gaza, Lebanon, hingga situasi di Selat Hormuz. Ia secara khusus mengingatkan dunia untuk tidak menganggap remeh potensi penggunaan senjata nuklir di tengah memanasnya rivalitas antarnegara besar.

Di lingkup regional Asia Tenggara, Presiden juga memberikan perhatian pada dinamika konflik di Myanmar serta sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi dan dialog damai.

Menanggapi situasi dunia yang penuh gejolak ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Indonesia memilih posisi untuk menjadi tetangga yang baik (the good neighbor) dan tidak akan terlibat dalam pakta militer apa pun yang dapat memperkeruh situasi.

Strategi pemerintah ke depan, lanjut Prabowo, adalah memperkuat diplomasi konstruktif dengan seluruh negara tetangga. Pendekatan rekonsiliasi akan dikedepankan dalam menyelesaikan setiap persoalan, termasuk sengketa perbatasan, demi menjaga kedaulatan serta stabilitas kawasan.

Berikut adalah beberapa poin krusial yang ditekankan Presiden Prabowo terkait tantangan global saat ini:

Baca juga: Kepemimpinan Prabowo Dipuji Kadin: Dinilai Visioner & Strategis

  • Pentingnya kewaspadaan terhadap eskalasi konflik yang berpotensi melampaui durasi perang besar di masa lalu.
  • Keterkaitan erat antara stabilitas geopolitik dengan ketahanan ekonomi nasional dan global.
  • Komitmen Indonesia untuk tidak memihak pada pakta militer dan fokus pada diplomasi perdamaian.
  • Penyelesaian konflik melalui jalur dialog sebagai prioritas utama dalam hubungan antarnegara.

Dengan posisi strategis yang diambilnya, pemerintah Indonesia berupaya memposisikan diri sebagai penyeimbang dan pihak yang proaktif dalam menciptakan perdamaian, di tengah dunia yang menurut Prabowo, sedang berada dalam fase paling rawan dalam sejarah kontemporer.