PSSI Geram Stadion Dipenuhi Asap Flare Pasca Final Liga 2

oleh -8 Dilihat
PSSI Geram Stadion Dipenuhi Asap Flare Pasca Final Liga 2

KabarDermayu.com – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan kekecewaannya yang mendalam atas insiden penyalaan flare oleh suporter usai laga final Championship Liga 2 musim 2025/2026. Pertandingan tersebut mempertemukan PSS Sleman melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Garudayaksa FC berhasil keluar sebagai juara setelah memenangkan drama adu penalti dengan skor 4-3. Kemenangan ini diraih setelah kedua tim bermain imbang hingga babak perpanjangan waktu.

Begitu peluit panjang dibunyikan tanda berakhirnya pertandingan, suasana stadion seketika dipenuhi kepulan asap dari flare yang dinyalakan oleh suporter PSS Sleman dari berbagai tribun.

Menyikapi kejadian tersebut, Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan penyesalannya. Ia berharap agar para suporter dapat menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi hasil pertandingan, baik itu kemenangan maupun kekalahan.

“Ada reaksi setelah pertandingan, kami juga berharap semoga ini tidak terulang lagi,” ujar Yunus Nusi kepada awak media.

Yunus Nusi menekankan pentingnya menjaga atmosfer pertandingan agar tetap kondusif. Hal ini mengingat sepak bola Indonesia masih berada di bawah pengawasan FIFA.

“Kita berharap kawan-kawan suporter untuk dewasa menerima kemenangan, kekalahan, dan kemudian meluapkan kemenangan dan atau kekalahannya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga sportivitas adalah kunci agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang ke depannya.

“Kita ingat masih dalam pengawasan FIFA, kita berharap sepak bola ke depan berjalan dengan baik tentu tidak terlepas dari sportivitas,” lanjut Yunus.

Selain itu, PSSI juga mendorong agar klub-klub sepak bola lebih aktif dalam melakukan pembinaan terhadap basis suporternya. Tujuannya adalah menciptakan stadion sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi semua kalangan penonton.

PSSI bersama dengan operator kompetisi I.League akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait jalannya Championship Liga 2 musim ini. Evaluasi ini akan mencakup berbagai kejadian yang terjadi selama kompetisi berlangsung, termasuk insiden kericuhan yang sempat terjadi di Jayapura pasca kegagalan Persipura promosi.

“Yang pasti I.League akan menyampaikan laporan itu, kemudian akan dibahas bersama-sama apa kelemahan, apa yang telah terjadi dalam proses perjalanan pertandingan di Championship ini,” tandas Yunus Nusi.

Insiden penyalaan flare ini menjadi catatan penting bagi PSSI dalam upaya memperbaiki citra sepak bola Indonesia di mata dunia, terutama setelah sanksi dari FIFA beberapa waktu lalu.

Tindakan suporter yang berlebihan, seperti menyalakan flare, tidak hanya mengganggu kenyamanan penonton lain tetapi juga berpotensi menimbulkan sanksi lebih berat bagi federasi dan klub.

PSSI bertekad untuk terus meningkatkan kesadaran dan edukasi kepada para suporter mengenai pentingnya tertib dan menjaga ketertiban di stadion.

Kerja sama antara PSSI, klub, operator liga, dan suporter diharapkan dapat menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih positif dan profesional.

Peran media juga sangat vital dalam menyebarkan informasi yang benar dan mengedukasi publik mengenai aturan dan etika dalam mendukung tim kesayangan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, PSSI berharap agar insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, demi kemajuan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

“Kita berharap kawan-kawan suporter untuk dewasa menerima kemenangan, kekalahan, dan kemudian meluapkan kemenangan dan atau kekalahannya,” ujar Yunus Nusi.

Evaluasi bersama operator kompetisi akan menjadi langkah krusial untuk mengidentifikasi area perbaikan dalam penyelenggaraan liga.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa kompetisi sepak bola di Indonesia dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan standar internasional.

Kejadian di Stadion Maguwoharjo ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus berbenah dan menjaga nama baik sepak bola Indonesia.

PSSI berkomitmen untuk terus bekerja keras demi menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan profesional di Tanah Air.

Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen, PSSI optimis dapat membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Final Championship Liga 2 musim 2025/2026 yang seharusnya menjadi ajang perayaan, sedikit ternoda oleh insiden flare tersebut.

Namun, PSSI berupaya untuk menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk perbaikan di masa depan.

Edukasi suporter akan terus digencarkan melalui berbagai kanal komunikasi.

Tujuannya adalah agar suporter dapat menyalurkan dukungan mereka dengan cara yang positif dan sportif.

PSSI juga akan terus berkomunikasi intensif dengan FIFA terkait perkembangan sepak bola Indonesia.

Harapannya, Indonesia dapat terus memperbaiki posisinya di kancah sepak bola internasional.

Kemenangan Garudayaksa FC patut diapresiasi, begitu pula semangat juang PSS Sleman.

Namun, euforia kemenangan atau kekecewaan akibat kekalahan seharusnya tidak sampai melanggar aturan dan merusak citra sepak bola.

PSSI mengajak seluruh masyarakat sepak bola untuk bersama-sama menjaga sportivitas dan ketertiban.

Ini adalah tanggung jawab bersama demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Dengan pengalaman ini, diharapkan seluruh elemen sepak bola Indonesia, mulai dari PSSI, klub, pemain, pelatih, hingga suporter, dapat belajar dan bertindak lebih bijak di masa mendatang.

Fokus utama PSSI saat ini adalah membangun sepak bola Indonesia yang bersih, profesional, dan membanggakan.

Insiden flare ini menjadi salah satu poin yang akan dievaluasi secara mendalam oleh PSSI.

Evaluasi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang konkret untuk mencegah terulangnya hal serupa.

Yunus Nusi menegaskan bahwa PSSI tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih baik.

Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama demi tercapainya tujuan bersama untuk memajukan sepak bola Indonesia.

Akhir dari kompetisi Liga 2 ini menjadi momentum penting untuk refleksi dan perbaikan.

PSSI berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan di segala lini, termasuk dalam hal manajemen suporter.

Baca juga: Garmin Instinct 3: Desain Kokoh dan Canggih

Harapannya, di musim-musim mendatang, seluruh pertandingan sepak bola di Indonesia dapat berjalan lancar tanpa adanya insiden yang tidak diinginkan.