PT Timah Cetak Laba Rp 2,71 Triliun, Lampaui Target 169 Persen

oleh -1 Dilihat
PT Timah Cetak Laba Rp 2,71 Triliun, Lampaui Target 169 Persen

KabarDermayu.com – PT Timah (Persero) Tbk mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan pelat merah ini berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 2,71 triliun, sebuah angka yang melampaui target tahunan yang dipatok sebesar Rp 1,61 triliun. Secara persentase, capaian ini setara dengan 169 persen dari target yang telah ditetapkan, menunjukkan efektivitas strategi bisnis yang diterapkan sepanjang tahun ini.

Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari transformasi operasional yang berfokus pada pertumbuhan berkualitas. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perusahaan mampu melakukan adaptasi bisnis yang tangguh sehingga dapat mencetak kinerja keuangan yang jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Lonjakan Pendapatan dan Efisiensi

Pertumbuhan laba yang signifikan ini berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan perseroan. Pada semester I-2026, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp 10,42 triliun, melonjak tajam hingga 247 persen dibandingkan semester I-2025 yang hanya mencapai Rp 4,22 triliun. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi antara peningkatan volume penjualan dan penguatan harga jual rata-rata logam timah di pasar internasional.

Selain pendapatan, efisiensi operasional juga terlihat dari catatan laba usaha yang mencapai Rp 3,48 triliun, jauh melampaui angka Rp 0,38 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Begitu pula dengan EBITDA perusahaan yang mencapai Rp 3,90 triliun, sebuah kenaikan drastis sebesar 363 persen dari posisi Rp 0,84 triliun pada tahun 2025.

Optimalisasi Produksi dan Ekspansi Operasi

Pencapaian finansial tersebut tidak terlepas dari keberhasilan perusahaan dalam menggenjot sektor hulu. Produksi bijih timah sepanjang enam bulan pertama tahun 2026 menyentuh angka 12.232 ton Sn, atau meningkat 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh beberapa langkah strategis, di antaranya:

  • Optimalisasi produktivitas pada unit-unit produksi utama.
  • Penambahan unit operasi pada Kapal Isap Produksi (KIP).
  • Peningkatan intensitas pada Ponton Isap Produksi (PIP).
  • Pengembangan tambang darat kemitraan, baik skala kecil maupun ponton isap darat.

Sejalan dengan kenaikan produksi bijih, output logam timah juga mengalami kenaikan 58 persen menjadi 10.865 metrik ton Sn. Volume penjualan pun meningkat pesat hingga 85 persen, mencapai total 10.984 metrik ton, yang didukung oleh manajemen persediaan yang lebih gesit dalam menangkap peluang permintaan pasar.

Dominasi Pasar Ekspor

Dalam laporan kinerjanya, PT Timah menegaskan bahwa pasar luar negeri masih menjadi tulang punggung pendapatan. Sebanyak 97 persen dari total penjualan logam timah diserap oleh pasar ekspor, sementara sisanya 3 persen untuk kebutuhan domestik. Negara tujuan ekspor utama didominasi oleh China sebesar 36 persen, diikuti oleh India (12 persen), Korea Selatan (11 persen), Singapura (6 persen), serta Italia dan Belanda masing-masing sebesar 5 persen.

“Faktor utama yang mendorong pencapaian ini adalah disiplin dalam pengelolaan biaya, optimalisasi operasi, serta peningkatan produktivitas yang konsisten,” pungkas Restu Widiyantoro.

Dengan harga jual rata-rata logam timah yang sempat menyentuh 49.794 dolar AS per metrik ton—naik 52 persen dari tahun sebelumnya—PT Timah berhasil membuktikan bahwa strategi transformasi mereka mampu menjawab tantangan industri logam global yang sangat dinamis.