Rekam Jejak Sudaryono: Perjalanan Karier Sebelum Ditunjuk Prabowo Menjadi Kepala BGN

oleh -6 Dilihat
Rekam Jejak Sudaryono: Perjalanan Karier Sebelum Ditunjuk Prabowo Menjadi Kepala BGN

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Keputusan ini diambil untuk mengisi kekosongan jabatan setelah Nanik S Deyang memutuskan mundur dari posisinya demi menjalani pengobatan intensif terkait penyakit jantung yang dideritanya.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi penunjukan tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menegaskan bahwa pelantikan Sudaryono dilakukan segera guna memastikan operasional dan tugas-tugas penting di Badan Gizi Nasional tetap berjalan dengan optimal tanpa adanya kevakuman kepemimpinan.

Akar Kehidupan dari Keluarga Petani

Rekam jejak Sudaryono menarik untuk disimak, terutama latar belakangnya yang berasal dari keluarga sederhana. Lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985, ia merupakan anak tunggal dari pasangan petani bernama Yahyo dan Suwarni. Masa kecilnya dihabiskan dengan membantu orang tua di area persawahan, mulai dari memikul air hingga mencari rumput untuk pakan ternak.

Pengalaman masa kecil tersebut diyakini menjadi fondasi pembentuk karakter Sudaryono yang dikenal disiplin dan pekerja keras. Kedekatannya dengan dunia pertanian sejak dini juga menumbuhkan kepedulian yang mendalam terhadap sektor yang menjadi tumpuan hidup banyak masyarakat Indonesia tersebut.

Perjalanan Pendidikan yang Gemilang

Dalam menempuh pendidikan, Sudaryono menunjukkan kegigihan yang luar biasa. Sejak duduk di bangku SMP, ia memiliki kebiasaan belajar lebih awal dibandingkan materi yang diajarkan di kelas. Kedisiplinan ini membawanya diterima di SMA Taruna Nusantara, di mana ia selalu memegang teguh pesan ayahnya bahwa meskipun tanah dapat memberi makan, pendidikan adalah kunci utama untuk mengubah nasib seseorang.

Langkahnya berlanjut ke kancah internasional saat ia berhasil meraih beasiswa di National Defense Academy, Jepang. Sebagai satu-satunya mahasiswa asal Indonesia di angkatannya kala itu, ia sukses mencatatkan prestasi sebagai juara kelas. Semangat belajarnya tak berhenti di sana, ia kemudian menuntaskan pendidikan hingga meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis di Sekolah Bisnis IPB University sebagai alumni angkatan ke-15.

Kiprah Politik dan Karier Strategis

Karier profesional Sudaryono dimulai saat ia dipercaya menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto. Pengalaman tersebut membuka pintu baginya untuk terlibat dalam isu-isu strategis nasional, termasuk di bidang ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi. Sebelum ditunjuk menjadi Kepala BGN, ia telah menduduki kursi Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Selain di pemerintahan, Sudaryono juga aktif di berbagai organisasi. Pada usia 38 tahun, ia dipercaya memimpin DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Ia juga memegang peran kunci dalam berbagai organisasi seperti Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI), Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), serta Ketua Dewan Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA). Di dunia bisnis, ia juga pernah memimpin sebagai CEO Garuda TV dan CEO PT Indonesian Defense and Security Technologies, serta menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia.

Transisi Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional

Pergantian posisi ini terjadi karena kondisi kesehatan Nanik S Deyang yang mengharuskannya mencari pengobatan di luar negeri. Nanik menyampaikan bahwa keputusannya ini diambil setelah berkonsultasi dengan Presiden. Meski tidak lagi menjabat sebagai kepala, Nanik menuturkan bahwa Presiden tetap memintanya untuk turut mengawasi jalannya program di Badan Gizi Nasional.

Kini, dengan segala pengalaman yang telah ditempa sejak dari Grobogan hingga meniti karier di birokrasi, Sudaryono siap mengemban tanggung jawab besar sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Jabatan baru ini menjadi babak krusial dalam perjalanan kariernya di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di mana fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat melalui program-program strategis yang telah dicanangkan.