KabarDermayu.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan yang kini telah mencatatkan capaian signifikan dalam merangkul kembali anak-anak putus sekolah di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Sekretariat Kabinet pada Sabtu, 7 November 2026. Seskab Teddy mendorong masyarakat untuk meluangkan waktu di akhir pekan guna meninjau langsung operasional dan fasilitas di sekolah-sekolah yang menjadi bagian dari program nasional ini.

Dalam unggahannya, Seskab Teddy menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam ekosistem pendidikan. Ia tidak hanya sekadar mengajak berkunjung, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan para siswa, baik melalui kegiatan berbagi cerita, menjadi relawan pengajar, maupun sekadar memberikan dukungan moral.

“Pada ngapain aja di akhir pekan Anda? Mampir yuk, melihat langsung tempat adik-adik kita belajar di Sekolah Rakyat,” tulis Seskab Teddy dalam pesannya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, program Sekolah Rakyat saat ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Hingga November 2026, tercatat sebanyak 265 unit Sekolah Rakyat telah beroperasi dan tersebar di 131 kabupaten/kota di seluruh tanah air. Kehadiran fasilitas ini berhasil memfasilitasi lebih dari 45 ribu anak untuk kembali mengenyam pendidikan formal.

Video yang menyertai ajakan tersebut memperlihatkan beragam fasilitas pendukung yang telah disediakan, mulai dari ruang kelas yang representatif, asrama, hingga sarana olahraga. Seskab Teddy menilai bahwa lingkungan belajar yang nyaman merupakan aspek krusial dalam menumbuhkan potensi dan motivasi anak-anak dalam menempuh pendidikan.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Keberhasilan program ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran kementerian terkait yang terus berupaya memperkuat ekosistem pembelajaran di daerah-daerah.

Seskab Teddy menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan tidak selalu harus bersifat materiel atau besar. Bentuk kepedulian yang tulus dan kehadiran masyarakat di tengah para siswa dinilai mampu memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak tersebut.

“Insyaallah, perhatian dan kebersamaan sederhana dari kita dapat menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi mereka,” pungkasnya.

Dengan adanya ajakan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong dalam dunia pendidikan semakin meningkat. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa anak-anak di seluruh penjuru Indonesia mendapatkan hak dasar pendidikan yang layak serta lingkungan tumbuh kembang yang mendukung.