TNI Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang 50 Meter Yahukimo

oleh -4 Dilihat
TNI Evakuasi Korban Penembakan OPM dari Jurang 50 Meter Yahukimo

KabarDermayu.com – Sebuah operasi kemanusiaan yang penuh risiko berhasil dijalankan oleh prajurit Koops TNI Habema di wilayah pedalaman Papua Pegunungan. Tim gabungan TNI sukses mengevakuasi jenazah Teina Alya, seorang warga sipil yang menjadi korban kebrutalan aksi penembakan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kopitua Heluka di Kabupaten Yahukimo.

Peristiwa tragis ini bermula dari insiden penembakan yang terjadi di kawasan Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, pada Senin, 20 Juli 2026 lalu. Aksi kekerasan tersebut menelan tiga korban jiwa, termasuk pasangan suami istri Kumis Kogoya dan istrinya, serta Teina Alya yang berasal dari Suku Una Ukam.

Proses evakuasi jenazah Teina Alya dilakukan dengan tingkat kesulitan tinggi. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Infanteri M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa jenazah korban ditemukan berada di dasar jurang dengan kedalaman mencapai 50 meter di area longsoran Kali Kolof. Lokasi tersebut terletak sekitar 100 meter dari titik awal penembakan.

“Medan yang dihadapi bukanlah medan yang mudah. Lokasi jenazah berada di dasar longsoran dengan tebing yang curam, sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling,” ungkap Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Lebih lanjut, pihak TNI menduga adanya upaya sistematis dari kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo untuk menyembunyikan atau menghilangkan jejak korban dengan cara membuang jenazah ke dalam jurang. Sebelum melakukan evakuasi, personel TNI harus mengamankan titik-titik ketinggian di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan tim dari potensi ancaman gangguan kelompok bersenjata.

Evakuasi ini bukan dilakukan tanpa alasan. Pihak TNI bergerak cepat setelah menerima permohonan resmi dari Kepala Suku Una Ukam sekaligus Kepala Distrik Bomale, Bison Male. Keluarga mendesak agar jenazah segera ditemukan untuk dimakamkan secara layak sesuai dengan adat dan keyakinan setempat.

Setelah berhasil diangkat dari dasar jurang, jenazah segera dilarikan ke RSUD Dekai untuk menjalani proses administrasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Upacara penyerahan jenazah dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta kepala suku setempat.

Keberhasilan misi ini menegaskan kembali komitmen Koops TNI Habema dalam menjalankan tugas operasional di Papua. Menurut Letkol Wirya, peran TNI di wilayah tersebut tidak terbatas pada aspek pengamanan wilayah semata, melainkan juga mencakup perlindungan masyarakat sipil dan pelayanan kemanusiaan di tengah situasi darurat.

Terkait kondisi keamanan di Yahukimo, pihak Koops TNI Habema menyatakan bahwa kelompok TPNPB-OPM telah mengakui keterlibatan mereka dalam aksi kekerasan tersebut. Menanggapi hal itu, TNI berkomitmen untuk terus mengambil langkah penegakan hukum yang profesional, terukur, dan tetap berpegang teguh pada aturan hukum yang berlaku.

Tindakan tegas namun tetap selektif akan terus dilakukan guna menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Papua. Hal ini menjadi prioritas utama TNI agar tidak ada lagi warga sipil yang menjadi korban dari konflik bersenjata di wilayah tersebut.

  • Kronologi: Penembakan terjadi pada 20 Juli 2026 di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala.
  • Korban: Tiga orang, termasuk Teina Alya (Suku Una Ukam) serta pasangan Kumis Kogoya.
  • Lokasi Penemuan: Dasar jurang sedalam 50 meter di area longsoran Kali Kolof.
  • Tindakan TNI: Evakuasi menggunakan teknik vertical rescue setelah menerima permohonan keluarga.

Duka cita mendalam pun disampaikan oleh pihak TNI atas gugurnya warga sipil dalam insiden tersebut. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal sehingga masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan tenang tanpa rasa takut terhadap ancaman kekerasan.