Trump: Jabatan Presiden AS Paling Berbahaya di Dunia

by -33 Views
Trump: Jabatan Presiden AS Paling Berbahaya di Dunia

KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sasaran insiden keamanan yang mengancam keselamatannya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam dalam sebuah acara jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh White House Correspondents’ Association.

Seorang pria bernama Cole Tomas Allen, berusia 31 tahun, berhasil diamankan oleh petugas keamanan setelah diduga menembus pos pemeriksaan keamanan. Pelaku kemudian dilaporkan berlari menuju ballroom tempat Trump tengah menikmati jamuan makan malam bersama ratusan jurnalis, pejabat pemerintah, dan tamu undangan lainnya.

Aparat keamanan segera bertindak cepat dan melepaskan tembakan sebelum akhirnya berhasil menangkap pelaku. Hingga berita ini diturunkan, motif pelaku melakukan tindakan tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Mengutip laporan dari NY Times pada Minggu, 26 April 2026, insiden ini kembali memunculkan pandangan Trump mengenai sifat pekerjaannya sebagai Presiden Amerika Serikat. Ia secara terbuka menyatakan bahwa posisinya sebagai pemimpin negara adalah pekerjaan yang sangat berbahaya.

“Ini profesi yang berbahaya,” ujar Trump, merujuk pada tantangan dan risiko yang melekat pada perannya sebagai kepala negara. Ia bahkan menyamakan tingkat bahaya pekerjaannya dengan profesi seperti pembalap mobil atau penunggang banteng.

Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa seorang presiden memiliki risiko yang lebih besar untuk menjadi target penembakan atau bahkan pembunuhan. Ia menambahkan, “Tidak ada yang pernah bilang kalau ini pekerjaan yang seberbahaya ini.”

Ketika ditanya mengenai alasan mengapa dirinya kerap menjadi sasaran upaya kekerasan, Trump mengaitkannya dengan besarnya pengaruh dan dampak dari posisinya sebagai presiden. Ia menjelaskan, “Saya sudah mempelajari kasus-kasus pembunuhan politik, dan biasanya orang yang paling berpengaruh dan paling berdampak justru jadi target. Orang-orang yang membuat perubahan besar, merekalah yang diburu.”

Baca juga di sini: Trump Tak Gentar Hadapi Iran Pasca Teror Penembakan

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyatakan bahwa insiden ini semakin memperkuat keputusannya untuk membangun sebuah ballroom baru di Gedung Putih. Ballroom yang diperkirakan menelan biaya 400 juta dolar atau setara dengan Rp 6,4 triliun ini rencananya akan dilengkapi dengan sistem keamanan terbaru.

“Gedung itu (lokasi penembakan di Hotel Hilton) tidak terlalu aman. Kita butuh ballroom (dengan sistem keamanan tinggi) itu. Kaca antipeluru,” tegasnya, menekankan pentingnya fasilitas yang lebih aman.

Berdasarkan penyelidikan awal, diketahui bahwa tidak ada detektor logam di pintu masuk hotel tempat acara tersebut diselenggarakan. Perimeter pengamanan baru dibentuk lebih dekat ke area ballroom hotel Hilton. Sebuah rekaman CCTV yang dibagikan oleh Trump sendiri menunjukkan pelaku berlari melewati pos keamanan sebelum berhasil mencapai ballroom.

Insiden ini bukan yang pertama kali menimpa Trump. Pada 13 Juli 2024, ia menjadi presiden AS pertama yang kembali menjadi target upaya pembunuhan sejak tahun 1981. Pada peristiwa tersebut, seorang pria melepaskan tembakan ke arah Trump, menyebabkan luka di telinganya.

Pelaku, yang saat itu berusia 20 tahun, ditembak balik oleh agen rahasia dan akhirnya tewas di tempat. Selang beberapa waktu kemudian, pada 15 September 2024, insiden serupa kembali terjadi. Seorang pria bersenjata ditemukan bersembunyi di semak-semak di Trump International Golf Club di West Palm Beach, dengan rencana untuk menembak Trump.

Pelaku dalam kasus kedua, yang diketahui bernama Ryan Routh, kemudian dinyatakan bersalah atas percobaan pembunuhan dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

No More Posts Available.

No more pages to load.