KabarDermayu.com – Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap tanggal 1 Mei 2026 hari ini, akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas). Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Korlantas Polri bersama jajaran Polda Metro Jaya telah mempersiapkan serangkaian rekayasa lalu lintas.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan bersifat situasional. Keputusan untuk melakukan pengalihan atau penutupan jalan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Ia menambahkan, langkah-langkah rekayasa ini akan dipertimbangkan jika terjadi kepadatan volume kendaraan yang signifikan. Pengalihan arus atau penutupan jalan akan dilakukan apabila memang diperlukan demi kelancaran acara.
Pihak kepolisian telah membagi area menjadi zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Diharapkan, situasi tetap kondusif di zona hijau sehingga ruas jalan tetap dapat diakses oleh masyarakat tanpa perlu penutupan.
Untuk zona kuning, Komarudin menyebutkan rekayasa akan diterapkan jika terjadi kepadatan luar biasa di Jalan Merdeka Barat, Timur, Utara, dan Selatan. Pengalihan arus akan dimulai dari area Sarinah, Tugu Tani, hingga Harmoni.
Tujuan utama dari rekayasa ini adalah untuk mengurangi volume kendaraan dan mencegah peningkatan kepadatan. Oleh karena itu, kerja sama dari seluruh pihak, terutama pengguna jalan yang beraktivitas di sekitar Monas dan lokasi peringatan May Day lainnya, sangat diharapkan.
Sebanyak 1.793 personel lalu lintas akan disiagakan di lapangan. Personel ini akan mulai bertugas sejak kedatangan para buruh. Informasi terakhir menyebutkan bahwa rombongan buruh dari Jawa Timur telah bergerak dan diperkirakan tiba di Jakarta pada subuh hari, bersamaan dengan kedatangan dari wilayah lain.
Baca juga di sini: Deretan SUV Kotak Asal Tiongkok di Indonesia, Harga Mulai Rp500 Jutaan
Peringatan May Day tahun ini dipusatkan di Monas, diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 200 ribu buruh dari berbagai daerah di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
Korlantas Polri telah menggelar rapat koordinasi di Jakarta untuk menyusun rencana pengamanan dan strategi rekayasa lalu lintas. Tujuannya adalah agar agenda peringatan May Day dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Komarudin memperkirakan lebih dari 200 ribu buruh akan memadati Monas, dan kemungkinan ada beberapa kelompok yang akan melaksanakan kegiatan di titik-titik lain di Jakarta. Dengan jumlah massa yang besar, diprediksi arus lalu lintas di Jakarta akan mengalami kepadatan.
Pihaknya telah menyiapkan diri untuk mengelola kepadatan tersebut agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya arus lalu lintas. Polda Metro Jaya berkolaborasi dengan Polda Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten dalam menyusun rencana pengaturan rute perjalanan.
Pengaturan ini juga mencakup pergerakan buruh yang datang dari Lampung. Rencana tersebut telah mencakup pengaturan alur menuju Monas, termasuk penentuan kantong-kantong parkir untuk bus rombongan.
Diperkirakan akan ada tidak kurang dari 4 ribu bus yang bergerak menuju Jakarta. Untuk mencegah kemacetan, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara cermat. Hal ini mengingat peringatan May Day tahun ini bertepatan dengan kegiatan lain yang berlangsung di sekitar kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).





